Lihat Detail
√ Macam-Macam Transaksi Pada Perusahaan Dagang
Halo teman-teman kali ini saya akan membagikan artikel mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang dan akan saya jelaskan satu persatu secara lengkap, biar teman-teman sanggup dengan gampang memahami pembahasan ini. yuk eksklusif saja kita bahas.
Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang usahanya bergerak dibidang jual beri barang dagangan. Secara Sistematis acara operasional yang terjadi dalam perusahaan dagang adalah sebagai berikut.
Dalam Melakukan transaksi pembelian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
Beban angkut pembelian akan menambah nilai pembelian. Pencatatan pengeluaran untuk beban angkut tergantung pada syarat penyerahan barang yang telah disepakati. Syarat penyerahan barang yang biasa digunakan, diantaranya FOB Shipping Point dan FOB Destination Point.
Free On Board Shipping Point/FOB Shipping Point
Artinya pihak pembeli menanggung biaya angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.
Free On Board Destination Point/FOB Destination Point
Artinya pihak penjual menanggung beban angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.
Potongan Tunai pembelian akan mengurangi jumlah pembelian. Perusahaan akan mendapatkan kepingan tunai pembelian pada dikala membeli barang dagangan atau membayar utang dagang sesuai dengan syarat pembayaran yang telah disepakati.
Misalnya, syarat pembayarannya 3/10, n/60. Angka 3 memperlihatkan besarnya kepingan (dalam persen), 10 menandakan lamanya waktu pembayaran yang mendapatkan kepingan semenjak tanggal terjadinya transaksi, dan n/60 memperlihatkan jangka waktu pelunasan.
Dengan demikian, syarat 3/10, n/60 berarti akan mendapatkan kepingan sebesar 3%, bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari atau kurang dari 10 hari semenjak terjadinya transaksi dan jangka waktu pelunasan 60 hari.
Retur pembelian dan pengurangan harga akan mengurangi nilai pembelian barang dagang. Transaksi retur pembelian dan pengurangan harga terjadi pada dikala barang yang dipesan tidak sesuai dengan pesanan.
Jika ada barang yang tidak sesuai dengan pesanan mengembalikan barang tersebut kepada penjual. Selanjutnya, transaksi tersebut dicatat dalam akun retur pembelian dan pengurangan harga.
Nah itu lah pembahasan mengenai transaksi perusahaan dagang, semoga pembahasan ini sanggup membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran. Jangan lupa bagikan artikel ini biar teman-teman yang lain sanggup berguru gotong royong mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang.
Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang usahanya bergerak dibidang jual beri barang dagangan. Secara Sistematis acara operasional yang terjadi dalam perusahaan dagang adalah sebagai berikut.

1. Pembelian Barang Dagang
Transaksi pembelian hanya mencakup pembelian barang dagangan, adalah barang yang akan dijual kembali kepada pelanggan. Bukti transaksi pembelian secara kredit berupa faktur.Dalam Melakukan transaksi pembelian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
a. Beban Angkut Pembelian
Free On Board Shipping Point/FOB Shipping Point
Artinya pihak pembeli menanggung biaya angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.
Free On Board Destination Point/FOB Destination Point
Artinya pihak penjual menanggung beban angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.
b. Potongan Tunai Pembelian
Misalnya, syarat pembayarannya 3/10, n/60. Angka 3 memperlihatkan besarnya kepingan (dalam persen), 10 menandakan lamanya waktu pembayaran yang mendapatkan kepingan semenjak tanggal terjadinya transaksi, dan n/60 memperlihatkan jangka waktu pelunasan.
Dengan demikian, syarat 3/10, n/60 berarti akan mendapatkan kepingan sebesar 3%, bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari atau kurang dari 10 hari semenjak terjadinya transaksi dan jangka waktu pelunasan 60 hari.
c. Retur Pembelian dan Pengurangan Harga
Jika ada barang yang tidak sesuai dengan pesanan mengembalikan barang tersebut kepada penjual. Selanjutnya, transaksi tersebut dicatat dalam akun retur pembelian dan pengurangan harga.
2. Pengeluaran Kas
Jika waktu pembayaran sudah jatuh tempo, perusahaan harus mengeluarkan sejumlah kas untuk melunasi utang tersebut. Selain itu, perusahaan juga akan mengeluarkan sejumlah kas untuk membeli barang dagangan dan membeli barang atau jasa lain secara tunai.3. Penjualan Barang Dagang
Transaksi Penjualan hanya mencakup penjualan barang dagangan. Transaksi penjualan ini dipengaruhi oleh hal-hal berikut :a. Potongan Tunai Penjualan
Potongan Tunai Penjualan akan mengurangi jumlah penjualan. Perusahaan akan menawarkan kepingan tunai penjualan pada dikala menjual barang dagang secara tunai dengan syarat-syarat tertentu atau mendapatkan pelunasan piutang dagang sesuai dengan syarat pembayaran yang telah disepakati.b. Retur Penjualan dan Pengurangan Harga
Retur penjualan dan pengurangan harga akan mengurangi nilai penjualan. Pengiriman barang dagangan tidak selamanya berjalan dengan baik. Barang dagangan sanggup saja mengalami kerusakan dalam perjalanan atau tidak sesuai dengan yang dipesan, sehingga mungkin saja pembeli mengembalikan barang yang rusak tersebut dan perusahaan harus menerimanya.4. Penerimaan Kas
Perusahaan akan mendapatkan sejumlah kas pada dikala pelanggan membayar utang nya kepada perusahaan dan menjual barang dagangan atau barang lainnya secara tunai. Perusahaan juga akan mendapatkan kas dari acara lain diluar perjuangan pokok perusahaan. Misalnya, Penerimaan Kas dari pendapatan bunga.Nah itu lah pembahasan mengenai transaksi perusahaan dagang, semoga pembahasan ini sanggup membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran. Jangan lupa bagikan artikel ini biar teman-teman yang lain sanggup berguru gotong royong mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang.
Halo teman-teman kali ini saya akan membagikan artikel mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang dan akan saya jelaskan satu persatu secara lengkap, biar teman-teman sanggup dengan gampang memahami pembahasan ini. yuk eksklusif saja kita bahas.
Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang usahanya bergerak dibidang jual beri barang dagangan. Secara Sistematis acara operasional yang terjadi dalam perusahaan dagang adalah sebagai berikut.
Dalam Melakukan transaksi pembelian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
Beban angkut pembelian akan menambah nilai pembelian. Pencatatan pengeluaran untuk beban angkut tergantung pada syarat penyerahan barang yang telah disepakati. Syarat penyerahan barang yang biasa digunakan, diantaranya FOB Shipping Point dan FOB Destination Point.
Free On Board Shipping Point/FOB Shipping Point
Artinya pihak pembeli menanggung biaya angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.
Free On Board Destination Point/FOB Destination Point
Artinya pihak penjual menanggung beban angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.
Potongan Tunai pembelian akan mengurangi jumlah pembelian. Perusahaan akan mendapatkan kepingan tunai pembelian pada dikala membeli barang dagangan atau membayar utang dagang sesuai dengan syarat pembayaran yang telah disepakati.
Misalnya, syarat pembayarannya 3/10, n/60. Angka 3 memperlihatkan besarnya kepingan (dalam persen), 10 menandakan lamanya waktu pembayaran yang mendapatkan kepingan semenjak tanggal terjadinya transaksi, dan n/60 memperlihatkan jangka waktu pelunasan.
Dengan demikian, syarat 3/10, n/60 berarti akan mendapatkan kepingan sebesar 3%, bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari atau kurang dari 10 hari semenjak terjadinya transaksi dan jangka waktu pelunasan 60 hari.
Retur pembelian dan pengurangan harga akan mengurangi nilai pembelian barang dagang. Transaksi retur pembelian dan pengurangan harga terjadi pada dikala barang yang dipesan tidak sesuai dengan pesanan.
Jika ada barang yang tidak sesuai dengan pesanan mengembalikan barang tersebut kepada penjual. Selanjutnya, transaksi tersebut dicatat dalam akun retur pembelian dan pengurangan harga.
Nah itu lah pembahasan mengenai transaksi perusahaan dagang, semoga pembahasan ini sanggup membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran. Jangan lupa bagikan artikel ini biar teman-teman yang lain sanggup berguru gotong royong mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang.
Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang usahanya bergerak dibidang jual beri barang dagangan. Secara Sistematis acara operasional yang terjadi dalam perusahaan dagang adalah sebagai berikut.

1. Pembelian Barang Dagang
Transaksi pembelian hanya mencakup pembelian barang dagangan, adalah barang yang akan dijual kembali kepada pelanggan. Bukti transaksi pembelian secara kredit berupa faktur.Dalam Melakukan transaksi pembelian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
a. Beban Angkut Pembelian
Free On Board Shipping Point/FOB Shipping Point
Artinya pihak pembeli menanggung biaya angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.
Free On Board Destination Point/FOB Destination Point
Artinya pihak penjual menanggung beban angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.
b. Potongan Tunai Pembelian
Misalnya, syarat pembayarannya 3/10, n/60. Angka 3 memperlihatkan besarnya kepingan (dalam persen), 10 menandakan lamanya waktu pembayaran yang mendapatkan kepingan semenjak tanggal terjadinya transaksi, dan n/60 memperlihatkan jangka waktu pelunasan.
Dengan demikian, syarat 3/10, n/60 berarti akan mendapatkan kepingan sebesar 3%, bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari atau kurang dari 10 hari semenjak terjadinya transaksi dan jangka waktu pelunasan 60 hari.
c. Retur Pembelian dan Pengurangan Harga
Jika ada barang yang tidak sesuai dengan pesanan mengembalikan barang tersebut kepada penjual. Selanjutnya, transaksi tersebut dicatat dalam akun retur pembelian dan pengurangan harga.
2. Pengeluaran Kas
Jika waktu pembayaran sudah jatuh tempo, perusahaan harus mengeluarkan sejumlah kas untuk melunasi utang tersebut. Selain itu, perusahaan juga akan mengeluarkan sejumlah kas untuk membeli barang dagangan dan membeli barang atau jasa lain secara tunai.3. Penjualan Barang Dagang
Transaksi Penjualan hanya mencakup penjualan barang dagangan. Transaksi penjualan ini dipengaruhi oleh hal-hal berikut :a. Potongan Tunai Penjualan
Potongan Tunai Penjualan akan mengurangi jumlah penjualan. Perusahaan akan menawarkan kepingan tunai penjualan pada dikala menjual barang dagang secara tunai dengan syarat-syarat tertentu atau mendapatkan pelunasan piutang dagang sesuai dengan syarat pembayaran yang telah disepakati.b. Retur Penjualan dan Pengurangan Harga
Retur penjualan dan pengurangan harga akan mengurangi nilai penjualan. Pengiriman barang dagangan tidak selamanya berjalan dengan baik. Barang dagangan sanggup saja mengalami kerusakan dalam perjalanan atau tidak sesuai dengan yang dipesan, sehingga mungkin saja pembeli mengembalikan barang yang rusak tersebut dan perusahaan harus menerimanya.4. Penerimaan Kas
Perusahaan akan mendapatkan sejumlah kas pada dikala pelanggan membayar utang nya kepada perusahaan dan menjual barang dagangan atau barang lainnya secara tunai. Perusahaan juga akan mendapatkan kas dari acara lain diluar perjuangan pokok perusahaan. Misalnya, Penerimaan Kas dari pendapatan bunga.Nah itu lah pembahasan mengenai transaksi perusahaan dagang, semoga pembahasan ini sanggup membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran. Jangan lupa bagikan artikel ini biar teman-teman yang lain sanggup berguru gotong royong mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang.
Lihat Detail
√ Karakteristik Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang ialah suatu bentuk perjuangan yang kegiatannya membeli dengan tujuan untuk dijual kembali, tanpa mengubah bentuk barang tersebut ataupun melaksanakan pengolahan lebih lanjut.
Dalam acara usahanya untuk mendapat keuntungan perusahaan dagang melaksanakan pembelian barang dagangan dan menjual kembali barang tersebut dengan harga jual yang lebih besar dari harga pokok atau harga perolehannya, sehingga perusahaan akan mendapat keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga pokok.
Proses pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang pada prinsipnya tidak banyak berbeda dengan perusahaan jasa. Perbedaan pencatatan terutama terletak pada:
1. Adanya asumsi persediaan barang dagang, yang terdiri atas persediaan awal (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada awal abad akuntansinya) dan persediaan selesai (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada selesai abad akuntansinya).
2. Adanya perhitungan harga pokok penjualan.
3. Bentuk laporan laba/rugi sanggup memakai bentuk single slep ataupun multiple step.
4. Perkiraan-perkiraan lain yang sanggup dipakai pada perusahaan dagang, yaitu retur pembelian dan pengurangan harga, bagian pembelian, penjualan barang dagangan, retur penjualan dan pengurangan harga, serta bagian penjualan.
Nah itulah pembahasan wacana Karakteristik Perusahaan Dagang, Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman. Terimakasih.
Dalam acara usahanya untuk mendapat keuntungan perusahaan dagang melaksanakan pembelian barang dagangan dan menjual kembali barang tersebut dengan harga jual yang lebih besar dari harga pokok atau harga perolehannya, sehingga perusahaan akan mendapat keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga pokok.

Proses pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang pada prinsipnya tidak banyak berbeda dengan perusahaan jasa. Perbedaan pencatatan terutama terletak pada:
1. Adanya asumsi persediaan barang dagang, yang terdiri atas persediaan awal (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada awal abad akuntansinya) dan persediaan selesai (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada selesai abad akuntansinya).
2. Adanya perhitungan harga pokok penjualan.
3. Bentuk laporan laba/rugi sanggup memakai bentuk single slep ataupun multiple step.
4. Perkiraan-perkiraan lain yang sanggup dipakai pada perusahaan dagang, yaitu retur pembelian dan pengurangan harga, bagian pembelian, penjualan barang dagangan, retur penjualan dan pengurangan harga, serta bagian penjualan.
Nah itulah pembahasan wacana Karakteristik Perusahaan Dagang, Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman. Terimakasih.
Perusahaan dagang ialah suatu bentuk perjuangan yang kegiatannya membeli dengan tujuan untuk dijual kembali, tanpa mengubah bentuk barang tersebut ataupun melaksanakan pengolahan lebih lanjut.
Dalam acara usahanya untuk mendapat keuntungan perusahaan dagang melaksanakan pembelian barang dagangan dan menjual kembali barang tersebut dengan harga jual yang lebih besar dari harga pokok atau harga perolehannya, sehingga perusahaan akan mendapat keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga pokok.
Proses pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang pada prinsipnya tidak banyak berbeda dengan perusahaan jasa. Perbedaan pencatatan terutama terletak pada:
1. Adanya asumsi persediaan barang dagang, yang terdiri atas persediaan awal (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada awal abad akuntansinya) dan persediaan selesai (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada selesai abad akuntansinya).
2. Adanya perhitungan harga pokok penjualan.
3. Bentuk laporan laba/rugi sanggup memakai bentuk single slep ataupun multiple step.
4. Perkiraan-perkiraan lain yang sanggup dipakai pada perusahaan dagang, yaitu retur pembelian dan pengurangan harga, bagian pembelian, penjualan barang dagangan, retur penjualan dan pengurangan harga, serta bagian penjualan.
Nah itulah pembahasan wacana Karakteristik Perusahaan Dagang, Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman. Terimakasih.
Dalam acara usahanya untuk mendapat keuntungan perusahaan dagang melaksanakan pembelian barang dagangan dan menjual kembali barang tersebut dengan harga jual yang lebih besar dari harga pokok atau harga perolehannya, sehingga perusahaan akan mendapat keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga pokok.

Proses pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang pada prinsipnya tidak banyak berbeda dengan perusahaan jasa. Perbedaan pencatatan terutama terletak pada:
1. Adanya asumsi persediaan barang dagang, yang terdiri atas persediaan awal (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada awal abad akuntansinya) dan persediaan selesai (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada selesai abad akuntansinya).
2. Adanya perhitungan harga pokok penjualan.
3. Bentuk laporan laba/rugi sanggup memakai bentuk single slep ataupun multiple step.
4. Perkiraan-perkiraan lain yang sanggup dipakai pada perusahaan dagang, yaitu retur pembelian dan pengurangan harga, bagian pembelian, penjualan barang dagangan, retur penjualan dan pengurangan harga, serta bagian penjualan.
Nah itulah pembahasan wacana Karakteristik Perusahaan Dagang, Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman. Terimakasih.
Lihat Detail
√ Sistem Pencatatan Transaksi Pada Perusahaan Dagang
Pencatatan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan sanggup dicatat dengan dua metode, yaitu sistem perpetual dan sistem periodik. Silahkan simak dua metode tersebut berikut ini lebih mendalam.
Berikut ini disajikan bentuk ayat jurnal untuk kedua sistem pencatatan tersebut.
Nah itu lah pembahasan ihwal Sistem Pencatatan Transaksi Pada Perusahaan Dagang, agar pembahasan ini sanggup menambah wawasan dan membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.

1. Sistem Perpetual (Perpetual System)
Pada sistem perpetual, pembelian dan penjualan barang dagangan dicatat pada akun persediaan barang dagang (merchandise inventory), sehingga pergerakan barang dagang selalu dicatat, baik yag tersedia untuk dijual maupun yang telah dijual.
Di dalam sistem ini setiap dikala sanggup diketahui besarnya nilai atau harga pokok barang yang terjual serta jumlah persediaan barang dagangan di selesai periode akuntansi.
Di dalam sistem ini setiap dikala sanggup diketahui besarnya nilai atau harga pokok barang yang terjual serta jumlah persediaan barang dagangan di selesai periode akuntansi.
2. Sistem Periodik (Periodic System)
Berbeda dengan sistem perpetual, pada sistem periodik pergerakan barang dagangan sepanjang periode akuntansi tidak dicatat. Pada selesai periode, perusahaan harus menghitung persediaan yang masih tersisa secara fisik untuk memilih jumlah barang dagangan yang terjual dan tersisa.
Karena nilai persediaan barang dagangan tidak sanggup diketahui melalui pencatatan, maka harga pokok barang yang terjual juga tidak sanggup ditentukan dengan benar. Oleh alasannya ialah itu pada selesai periode akuntansi dibentuk jurnal pembiasaan atas persediaan barang dagangan.
Karena nilai persediaan barang dagangan tidak sanggup diketahui melalui pencatatan, maka harga pokok barang yang terjual juga tidak sanggup ditentukan dengan benar. Oleh alasannya ialah itu pada selesai periode akuntansi dibentuk jurnal pembiasaan atas persediaan barang dagangan.
NO | Transaksi | Sistem Perpetual | Sistem Periodik |
1. | Pembelian barang dagang secara tunai. | Persediaan Barang Dagang Kas | Pembelian Kas |
2. | Pembelian barang dagang secara kredi. | Persediaan Barang Dagang Utang Dagang | Pembelian Utang Dagang |
3. | Penjualan barang dagang tunai. | Kas Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagang | Kas Penjualan |
4. | Penjualan barang dagang secara kredit. | Piutang Dagang Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagang | Piutang Dagang Penjualan |
5. | Pembayaran beban angkut pembelian. | Persediaan Barang Dagang Kas | Beban Angkut Pembelian Kas |
6. | Pembayaran beban angkut pembelian. | Beban Angkut Penjualan Kas | Beban Angkut Penjualan Kas |
7. | Pengiriman kembali sebagian barang yang dibeli tunai. | Kas Persediaan Barang Dagang | Kas Retur Pembelian |
8. | Pengiriman kembali sebagian barang dagang yang dibeli kredit. | Utang Dagang Persediaan Barang Dagang | Utang Dagang Retur Pembelian |
9. | Penerimaan kembali barang yang dijual secara tunai. | Persediaan Barang Dagang Kas | Retur Penjualan Kas |
10. | Penerimaan kembali barang yang dijual secara kredit. | Retur Penjualan Piutang Dagang Persediaan Barang Dagang Harga Pokok Penjualan | Retur Penjualan Piutang Dagang |
11. | Pembayaran utang tanpa potongan. | Utang Dagang Kas | Utang Dagang Kas |
12. | Pembayaran utang dagang dengan potongan. | Utang Dagang Persediaan Barang Dagang Kas | Utang Dagang Potongan Pembelian Kas |
13. | Penerimaan tagihan tanpa potongan. | Kas Piutang Dagang | Kas Piutang Dagang |
14. | Penerimaan tagihan dengan potongan. | Kas Potongan Penjualan Piutang Dagang | Kas Potongan Penjualan Piutang Dagang |
Nah itu lah pembahasan ihwal Sistem Pencatatan Transaksi Pada Perusahaan Dagang, agar pembahasan ini sanggup menambah wawasan dan membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.
Pencatatan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan sanggup dicatat dengan dua metode, yaitu sistem perpetual dan sistem periodik. Silahkan simak dua metode tersebut berikut ini lebih mendalam.
Berikut ini disajikan bentuk ayat jurnal untuk kedua sistem pencatatan tersebut.
Nah itu lah pembahasan ihwal Sistem Pencatatan Transaksi Pada Perusahaan Dagang, agar pembahasan ini sanggup menambah wawasan dan membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.

1. Sistem Perpetual (Perpetual System)
Pada sistem perpetual, pembelian dan penjualan barang dagangan dicatat pada akun persediaan barang dagang (merchandise inventory), sehingga pergerakan barang dagang selalu dicatat, baik yag tersedia untuk dijual maupun yang telah dijual.
Di dalam sistem ini setiap dikala sanggup diketahui besarnya nilai atau harga pokok barang yang terjual serta jumlah persediaan barang dagangan di selesai periode akuntansi.
Di dalam sistem ini setiap dikala sanggup diketahui besarnya nilai atau harga pokok barang yang terjual serta jumlah persediaan barang dagangan di selesai periode akuntansi.
2. Sistem Periodik (Periodic System)
Berbeda dengan sistem perpetual, pada sistem periodik pergerakan barang dagangan sepanjang periode akuntansi tidak dicatat. Pada selesai periode, perusahaan harus menghitung persediaan yang masih tersisa secara fisik untuk memilih jumlah barang dagangan yang terjual dan tersisa.
Karena nilai persediaan barang dagangan tidak sanggup diketahui melalui pencatatan, maka harga pokok barang yang terjual juga tidak sanggup ditentukan dengan benar. Oleh alasannya ialah itu pada selesai periode akuntansi dibentuk jurnal pembiasaan atas persediaan barang dagangan.
Karena nilai persediaan barang dagangan tidak sanggup diketahui melalui pencatatan, maka harga pokok barang yang terjual juga tidak sanggup ditentukan dengan benar. Oleh alasannya ialah itu pada selesai periode akuntansi dibentuk jurnal pembiasaan atas persediaan barang dagangan.
NO | Transaksi | Sistem Perpetual | Sistem Periodik |
1. | Pembelian barang dagang secara tunai. | Persediaan Barang Dagang Kas | Pembelian Kas |
2. | Pembelian barang dagang secara kredi. | Persediaan Barang Dagang Utang Dagang | Pembelian Utang Dagang |
3. | Penjualan barang dagang tunai. | Kas Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagang | Kas Penjualan |
4. | Penjualan barang dagang secara kredit. | Piutang Dagang Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagang | Piutang Dagang Penjualan |
5. | Pembayaran beban angkut pembelian. | Persediaan Barang Dagang Kas | Beban Angkut Pembelian Kas |
6. | Pembayaran beban angkut pembelian. | Beban Angkut Penjualan Kas | Beban Angkut Penjualan Kas |
7. | Pengiriman kembali sebagian barang yang dibeli tunai. | Kas Persediaan Barang Dagang | Kas Retur Pembelian |
8. | Pengiriman kembali sebagian barang dagang yang dibeli kredit. | Utang Dagang Persediaan Barang Dagang | Utang Dagang Retur Pembelian |
9. | Penerimaan kembali barang yang dijual secara tunai. | Persediaan Barang Dagang Kas | Retur Penjualan Kas |
10. | Penerimaan kembali barang yang dijual secara kredit. | Retur Penjualan Piutang Dagang Persediaan Barang Dagang Harga Pokok Penjualan | Retur Penjualan Piutang Dagang |
11. | Pembayaran utang tanpa potongan. | Utang Dagang Kas | Utang Dagang Kas |
12. | Pembayaran utang dagang dengan potongan. | Utang Dagang Persediaan Barang Dagang Kas | Utang Dagang Potongan Pembelian Kas |
13. | Penerimaan tagihan tanpa potongan. | Kas Piutang Dagang | Kas Piutang Dagang |
14. | Penerimaan tagihan dengan potongan. | Kas Potongan Penjualan Piutang Dagang | Kas Potongan Penjualan Piutang Dagang |
Nah itu lah pembahasan ihwal Sistem Pencatatan Transaksi Pada Perusahaan Dagang, agar pembahasan ini sanggup menambah wawasan dan membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.
Lihat Detail
√ Pencatatan Transaksi Ke Dalam Jurnal Khusus

Jurnal khusus yaitu jurnal yang dipakai untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang dan sejenis. Dalam jurnal khusus, setiap jenis transaksi dikelompokkan menurut jenis transaksinya, sehingga pencatatan lebih mudah. Oleh alasannya yaitu itu tujuan penggunaan jurnal khusus, di antaranya untuk mempermudah proses pencatatan transaksi dan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk mencatat transaksi tersebut.
Berikut merupakan perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus
Tabel Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
No. | Jurnal Umum | Jurnal Khusus |
1. | Bentuk jurnal umum terdiri atas kolom tanggal, keterangan, ref, dan jumlah debet dan kredit. | Bentuk jurnal khusus diubahsuaikan dengan kolom-kolom yang diperlukan dan didasarkan pada kelompok transaksi yang sejenis. |
2. | Semua trnasaksi dicatat dalam jurnal umum. | Transaksi dicatat sesuai dengan jenis transaksi |
3. | Posting ke buku besar dilakukan setiap ada transaksi. | Posting ke buku besar dilakukan secara berkala, contohnya setiap simpulan bulan. |
4. | Jurnal umum cocok dipakai untuk perusahaan dagang yang kecil (transaksinya tidak begitu banyaK) | Jurnal khusus cocok untuk perusahaan dagang yang berskala besar dimana transaksi sejenis sering terjadi |
Manfaat Jurnal khusus yaitu sebagai beriku.
- Mempermudah pembagian pekerjaan (spesialis).
- Mempermudah posting ke akun buku besar.
- Memungkinkan pengendalian intern yang lebih baik.
- Mudah diperiksa kembali secara berkala.
1. Macam-Macam Jurnal Khusus
Sesuai dengan transaksi yang terjadi dalam perusahaan dagang, secara sistematis jurnal khusus dibagi menjadi lima, yaitu jurnal pembelian, jurnal penerimaan khas, jurnal penjualan, jurnal pengeluaran khas, dan jurnal umum (jurnal memorial).
a. Jurnal Pembelian (Purchase Journal)
Jurnal pembelian yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat pembelian barang dagangan atau aktiva lainnya secara kredit. Transaksi pembelian yang sering dilakukan oleh perusahaan yaitu pembelian barang dagangan, pembelian perlengkapan, pembelian peralatan, inventaris, dan sebagainya. Transaksi yang dicatat dalam jurnal pembelian antara lain :
- Pembelian barang dagangan secara kredit.
- Pembelian perlengkapan, peralatan, dan aktiva lain secara kredit.
Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut :
Febr 2 : Dibeli barang dagangan secara kredit dengan syarat pembayaran 2/10, n/30 dari Toko Mulia seharga Rp6.000.000,00. (F-201).
Febr 6 : Dibeli perlengkapan toko dari PT mandala seharga Rp2.700.000,00. (FB-205).
Febr 11 : Dibeli barang dagangan dari UD Anugrah seharga RP4.000.000,00 dengan syarat pembayaran 3/20, n/45. (B 202).
Febr 16 : Dibeli kendaraan untuk angkutan perusahaan seharga Rp100.000.000,00 secara kredit dari PT Nusantara Motor. (FB-207).
Febr 23 : Dibeli barang dagang secara kredit dari Toko Mahkota seharga Rp4.000.000,00 secara kredit. (F-208).
Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal pembelian dengan teliti!
Jawab:
UD Elok
Jurnal Pembelian
Periode Februari 2012
Tanggal | No. Faktur | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | ||||
Pembelian | Serba-Serbi | Utang Dagang | |||||||
Nama Akun | Ref | Jumlah | |||||||
2012 Febr | 2 6 11 16 23 | F-201 FB-205 B 202 FB-207 F-208 | Toko Mulia PT Mana UD Anugrah PT Nusantara Motor Toko Mahkota | 6.000.000 - 4.000.000 - 4.000.000 | Prlngkp toko Kendaraan | - 2.700.000 - 100.000.000 - | 6.000.000 2.700.000 4.000.000 100.000.000 4.000.000 | ||
Jumlah | 14.000.000 | 102.700.000 | 116.700.000 | ||||||
b. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)
Jurnal pengeluaran kas yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat semua pengeluaran kas. Misalnya membayar utang, membayar gaji, membayar pembelian barang dagangan secara tunai dan lain-lain.
Transaksi yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas antara lain sebagai berikut.
- Pembelian secara tunai.
- Pembayaran atau pelunasan utang dagang.
- Pembayaran beban-beban.
- Retur penjualan secara tunai/
- Pengambilan utang tunai untuk pribadi.
Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 2 Dibayar sewa toko untuk 1 tahun sebesar Rp3.600.000,00. (BKK 021).
Febr 4 Dibeli barang dagang secara tunai seharga Rp8.000.000,00 dari UD Sinar Jaya. (BKK 022).
Febr 9 Dibayar utang atas pembelian barang dagangan dari Toko Mulia sebesar Rp3.400.00,00 dikurangi potongan sebesar Rp160.000,00. (BKK 023).
Febr 20 Dibayar honor karyawan sebesar Rp2.000.000,00. (BKK 024).
Febr 25 Dibayar utang atas pembelian barang dagangan sebesar Rp4.000.000,00 dikurangi potongan 5% kepada UD Anugrah (BKK 025).
Diminta:
Catatlah transaksi tersebut dalam jurnal pengeluaran kas dengan hati-hati!
Jawab:
Tanggal | No. Bukti | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | ||||||
Utang Dagang | Pembelian | Serba-Serbi | Kas | Pot. Pembelian | |||||||
Nama Akun | Ref | Jumlah | |||||||||
2012 Febr | 2 4 9 20 25 | 021 022 023 024 025 | Sewa ruang Pembelian tunai Tk. Mulia Gaji Karyawan UD Anugrah | - - 3.400.000 - 4.000.000 | - 8.000.000 - - | B. Sewa Beban Gaji | 3.600.000 - - 2.000.000 - | 3.600.000 8.000.000 3.240.000 2.000.000 3.800.000 | - - 160.000 200.000 | ||
Jumlah | 7.400.000 | 8.000.000 | 5.600.000 | 20.640.000 | 360.000 | ||||||
c. Jurnal Penjualan (Sales Journal)
Jurnal penjualan yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat penjualan barang dagangan dan barang lain secara kredit.
Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 4 Dijual barang dagangan kepada Fa. Abadi seharga Rp10.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30. (J-020)
Febr 10 Dijual barang dagangan kepada Ny. Anindya seharga Rp4.000.000,00 syarat 2/15, n/30. (J-021)
Febr 17 Dijual barang dagangan secara kredit kepada Tuan Dika seharga Rp3.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 (J-022)
Febr 25 Dijual barang dagangan kepada PT Karya Jaya seharga Rp6.500.000,00 dengan syarat 3/15, n/45. (J-023)
Febr 29 Dijual barang dagangan kepada Tuan Rian seharga Rp6.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 (J-024)
Diminta:
Catatlah transaksi di atas ke dalam jurnal penjualan!
Jawab:
UD Elok
Jurnal Penjualan
Periode Februari 2012
Tanggal | No. Faktur | Keterangan | Syarat | Ref | D: Piutang Dagang K: Penjualan | |
2012 Febr | 4 10 17 25 28 | J-020 J-021 J-022 J-023 J-024 | Fa. Abadi Ny. Anindya Tuan Dika PT Karya Jaya Tuan Rian | 2/10, n/30 2/15, n/30 2/10, n/30 3/15, n/45 2/10, n/30 | 10.000.000 4.000.000 3.000.000 6.500.000 6.000.000 | |
Jumlah | 29.500.000 | |||||
d. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)
Suatu transaksi keuangan yang sering terjadi berkaitan dengan penerimaan uang tunai yang berasal dari banyak sekali sumber perusahaan, perlu dibuatkan kolom khusus untuk akun kas (debet), sehingga pencatatannya dilakukan pada jurnal penerimaan kas. Jurnal penerimaan kas yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat semua penerimaan kas yang dilakukan perusahaan. Misalnya pendapatan bunga, pendapatan sewa, dari penjualan tunai, dan lain-lain. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas antara lain sebagai berikut.
- Penjualan tunai.
- Penerimaan pelunasan piutang.
- Penerimaan pendapatan (pendapatan bunga, dividen, sewa, dan lain-lain).
- Retur pembelian secara tunai.
Contoh:
Buatlah jurnal peerimaan kas UD Elok, yang selama bulan Februari 2012 memiliki transaksi sebagai berikut.
Febr 1 Pemilik toko (Tuan Raditya) menginvestasikan uang tunai sebagai modal awal sebesar Rp30.000.000,00. (BKM 001)
Febr 3 Dijual barang dagang secara tunai kepada UD Mega Jaya seharga Rp5.000.000,00. (BKM 002)
Febr 6 Diterima pelunasan piutang dari Fa Abadi sebesar Rp8.000.000,00 dikurangi potongan 2%. (BKM 003)
Febr 15 Diterima pelunasan piutang dari Tuan Ny Anindya sebesar Rp3.000.000,00 mendapat potongan 2% (BKM 004)
Febr 23 Dijual barang dagangan secara tunai kepada Tuan Harisman, Semarang seharga Rp5.000.000,00 (BKM 005)
Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal penerimaan kas!
Jawab:
UD Elok
Jurnal Penerimaan Kas
Periode Februari 2012
Tanggal | No. Bukti | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | ||||||
Kas | Pot. Penjualan | Piutang Dagang | Penjualan | Serba-Serbi | |||||||
Nama Akun | Ref | Jumlah | |||||||||
2012 Febr | 1 3 6 15 23 | 001 002 003 004 005 | Investasi awal Penj. Tunai Fa. Abadi Ny. Anindya Penj. Tunai | 30.000.000 5.000.000 7.840.000 2.940.000 5.000.000 | - - 160.000 60.000 - | - 5.000.000 - - 5.000.000 | - 5.000.000 - - 5.000.000 | Modal Tn. Raditya | 30.000.000 - - - - | ||
Jumlah | 50.780.000 | 220.000 | 11.000.000 | 10.000.000 | 30.000.000 | ||||||
e. Jurnal Umum (Memorial)
Pada perusahaan dagang, jurnal umum dipakai untuk mencatat semua transaksi yang tidak sanggup dimasukkan kedalam salah satu dari keempat jurnal khusus tersebut. Transaksi yang dicatat dalam jurnal umum yaitu sebagai berikut.
- Retur penjualan dan pengurangan harga.
- Potongan penjualan.
- Retur pembelian dan pengurangan harga.
- Penyesuaian simpulan tahun.
- Penyesuaian kembali awal tahun.
Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 15 Dikirim kembali sebagai barang dagangan dari PT Mandala alasannya yaitu rusak seharga Rp300.000,00.
Febr 25 Diterima kembali sebagai barang dagangan dari Tuan Dika alasannya yaitu cacat seharga Rp200.000,00
Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal umum (memorial)!
Jawab:
UD Elok
Jurnal Umum
Periode Februari 2012
Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | |
2012 Febr | 15 25 | Utang Dagang Retur Pembelian (PT Mandala) Retur Penjualan Piutang Dagang (Tuan Dika) | 300.000 - 200.000 - | - 300.000 - 200.000 | |
Jumlah | 500.000 | 500.000 | |||
Nah itu lah pembahasan ini mengenai IPS Ekonomi perihal Pencatatan Transaksi ke dalam Jurnal Khusus, supaya pembahasan ini sanggup membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.

Jurnal khusus yaitu jurnal yang dipakai untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang dan sejenis. Dalam jurnal khusus, setiap jenis transaksi dikelompokkan menurut jenis transaksinya, sehingga pencatatan lebih mudah. Oleh alasannya yaitu itu tujuan penggunaan jurnal khusus, di antaranya untuk mempermudah proses pencatatan transaksi dan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk mencatat transaksi tersebut.
Berikut merupakan perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus
Tabel Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
No. | Jurnal Umum | Jurnal Khusus |
1. | Bentuk jurnal umum terdiri atas kolom tanggal, keterangan, ref, dan jumlah debet dan kredit. | Bentuk jurnal khusus diubahsuaikan dengan kolom-kolom yang diperlukan dan didasarkan pada kelompok transaksi yang sejenis. |
2. | Semua trnasaksi dicatat dalam jurnal umum. | Transaksi dicatat sesuai dengan jenis transaksi |
3. | Posting ke buku besar dilakukan setiap ada transaksi. | Posting ke buku besar dilakukan secara berkala, contohnya setiap simpulan bulan. |
4. | Jurnal umum cocok dipakai untuk perusahaan dagang yang kecil (transaksinya tidak begitu banyaK) | Jurnal khusus cocok untuk perusahaan dagang yang berskala besar dimana transaksi sejenis sering terjadi |
Manfaat Jurnal khusus yaitu sebagai beriku.
- Mempermudah pembagian pekerjaan (spesialis).
- Mempermudah posting ke akun buku besar.
- Memungkinkan pengendalian intern yang lebih baik.
- Mudah diperiksa kembali secara berkala.
1. Macam-Macam Jurnal Khusus
Sesuai dengan transaksi yang terjadi dalam perusahaan dagang, secara sistematis jurnal khusus dibagi menjadi lima, yaitu jurnal pembelian, jurnal penerimaan khas, jurnal penjualan, jurnal pengeluaran khas, dan jurnal umum (jurnal memorial).
a. Jurnal Pembelian (Purchase Journal)
Jurnal pembelian yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat pembelian barang dagangan atau aktiva lainnya secara kredit. Transaksi pembelian yang sering dilakukan oleh perusahaan yaitu pembelian barang dagangan, pembelian perlengkapan, pembelian peralatan, inventaris, dan sebagainya. Transaksi yang dicatat dalam jurnal pembelian antara lain :
- Pembelian barang dagangan secara kredit.
- Pembelian perlengkapan, peralatan, dan aktiva lain secara kredit.
Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut :
Febr 2 : Dibeli barang dagangan secara kredit dengan syarat pembayaran 2/10, n/30 dari Toko Mulia seharga Rp6.000.000,00. (F-201).
Febr 6 : Dibeli perlengkapan toko dari PT mandala seharga Rp2.700.000,00. (FB-205).
Febr 11 : Dibeli barang dagangan dari UD Anugrah seharga RP4.000.000,00 dengan syarat pembayaran 3/20, n/45. (B 202).
Febr 16 : Dibeli kendaraan untuk angkutan perusahaan seharga Rp100.000.000,00 secara kredit dari PT Nusantara Motor. (FB-207).
Febr 23 : Dibeli barang dagang secara kredit dari Toko Mahkota seharga Rp4.000.000,00 secara kredit. (F-208).
Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal pembelian dengan teliti!
Jawab:
UD Elok
Jurnal Pembelian
Periode Februari 2012
Tanggal | No. Faktur | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | ||||
Pembelian | Serba-Serbi | Utang Dagang | |||||||
Nama Akun | Ref | Jumlah | |||||||
2012 Febr | 2 6 11 16 23 | F-201 FB-205 B 202 FB-207 F-208 | Toko Mulia PT Mana UD Anugrah PT Nusantara Motor Toko Mahkota | 6.000.000 - 4.000.000 - 4.000.000 | Prlngkp toko Kendaraan | - 2.700.000 - 100.000.000 - | 6.000.000 2.700.000 4.000.000 100.000.000 4.000.000 | ||
Jumlah | 14.000.000 | 102.700.000 | 116.700.000 | ||||||
b. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)
Jurnal pengeluaran kas yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat semua pengeluaran kas. Misalnya membayar utang, membayar gaji, membayar pembelian barang dagangan secara tunai dan lain-lain.
Transaksi yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas antara lain sebagai berikut.
- Pembelian secara tunai.
- Pembayaran atau pelunasan utang dagang.
- Pembayaran beban-beban.
- Retur penjualan secara tunai/
- Pengambilan utang tunai untuk pribadi.
Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 2 Dibayar sewa toko untuk 1 tahun sebesar Rp3.600.000,00. (BKK 021).
Febr 4 Dibeli barang dagang secara tunai seharga Rp8.000.000,00 dari UD Sinar Jaya. (BKK 022).
Febr 9 Dibayar utang atas pembelian barang dagangan dari Toko Mulia sebesar Rp3.400.00,00 dikurangi potongan sebesar Rp160.000,00. (BKK 023).
Febr 20 Dibayar honor karyawan sebesar Rp2.000.000,00. (BKK 024).
Febr 25 Dibayar utang atas pembelian barang dagangan sebesar Rp4.000.000,00 dikurangi potongan 5% kepada UD Anugrah (BKK 025).
Diminta:
Catatlah transaksi tersebut dalam jurnal pengeluaran kas dengan hati-hati!
Jawab:
Tanggal | No. Bukti | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | ||||||
Utang Dagang | Pembelian | Serba-Serbi | Kas | Pot. Pembelian | |||||||
Nama Akun | Ref | Jumlah | |||||||||
2012 Febr | 2 4 9 20 25 | 021 022 023 024 025 | Sewa ruang Pembelian tunai Tk. Mulia Gaji Karyawan UD Anugrah | - - 3.400.000 - 4.000.000 | - 8.000.000 - - | B. Sewa Beban Gaji | 3.600.000 - - 2.000.000 - | 3.600.000 8.000.000 3.240.000 2.000.000 3.800.000 | - - 160.000 200.000 | ||
Jumlah | 7.400.000 | 8.000.000 | 5.600.000 | 20.640.000 | 360.000 | ||||||
c. Jurnal Penjualan (Sales Journal)
Jurnal penjualan yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat penjualan barang dagangan dan barang lain secara kredit.
Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 4 Dijual barang dagangan kepada Fa. Abadi seharga Rp10.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30. (J-020)
Febr 10 Dijual barang dagangan kepada Ny. Anindya seharga Rp4.000.000,00 syarat 2/15, n/30. (J-021)
Febr 17 Dijual barang dagangan secara kredit kepada Tuan Dika seharga Rp3.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 (J-022)
Febr 25 Dijual barang dagangan kepada PT Karya Jaya seharga Rp6.500.000,00 dengan syarat 3/15, n/45. (J-023)
Febr 29 Dijual barang dagangan kepada Tuan Rian seharga Rp6.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 (J-024)
Diminta:
Catatlah transaksi di atas ke dalam jurnal penjualan!
Jawab:
UD Elok
Jurnal Penjualan
Periode Februari 2012
Tanggal | No. Faktur | Keterangan | Syarat | Ref | D: Piutang Dagang K: Penjualan | |
2012 Febr | 4 10 17 25 28 | J-020 J-021 J-022 J-023 J-024 | Fa. Abadi Ny. Anindya Tuan Dika PT Karya Jaya Tuan Rian | 2/10, n/30 2/15, n/30 2/10, n/30 3/15, n/45 2/10, n/30 | 10.000.000 4.000.000 3.000.000 6.500.000 6.000.000 | |
Jumlah | 29.500.000 | |||||
d. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)
Suatu transaksi keuangan yang sering terjadi berkaitan dengan penerimaan uang tunai yang berasal dari banyak sekali sumber perusahaan, perlu dibuatkan kolom khusus untuk akun kas (debet), sehingga pencatatannya dilakukan pada jurnal penerimaan kas. Jurnal penerimaan kas yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat semua penerimaan kas yang dilakukan perusahaan. Misalnya pendapatan bunga, pendapatan sewa, dari penjualan tunai, dan lain-lain. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas antara lain sebagai berikut.
- Penjualan tunai.
- Penerimaan pelunasan piutang.
- Penerimaan pendapatan (pendapatan bunga, dividen, sewa, dan lain-lain).
- Retur pembelian secara tunai.
Contoh:
Buatlah jurnal peerimaan kas UD Elok, yang selama bulan Februari 2012 memiliki transaksi sebagai berikut.
Febr 1 Pemilik toko (Tuan Raditya) menginvestasikan uang tunai sebagai modal awal sebesar Rp30.000.000,00. (BKM 001)
Febr 3 Dijual barang dagang secara tunai kepada UD Mega Jaya seharga Rp5.000.000,00. (BKM 002)
Febr 6 Diterima pelunasan piutang dari Fa Abadi sebesar Rp8.000.000,00 dikurangi potongan 2%. (BKM 003)
Febr 15 Diterima pelunasan piutang dari Tuan Ny Anindya sebesar Rp3.000.000,00 mendapat potongan 2% (BKM 004)
Febr 23 Dijual barang dagangan secara tunai kepada Tuan Harisman, Semarang seharga Rp5.000.000,00 (BKM 005)
Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal penerimaan kas!
Jawab:
UD Elok
Jurnal Penerimaan Kas
Periode Februari 2012
Tanggal | No. Bukti | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | ||||||
Kas | Pot. Penjualan | Piutang Dagang | Penjualan | Serba-Serbi | |||||||
Nama Akun | Ref | Jumlah | |||||||||
2012 Febr | 1 3 6 15 23 | 001 002 003 004 005 | Investasi awal Penj. Tunai Fa. Abadi Ny. Anindya Penj. Tunai | 30.000.000 5.000.000 7.840.000 2.940.000 5.000.000 | - - 160.000 60.000 - | - 5.000.000 - - 5.000.000 | - 5.000.000 - - 5.000.000 | Modal Tn. Raditya | 30.000.000 - - - - | ||
Jumlah | 50.780.000 | 220.000 | 11.000.000 | 10.000.000 | 30.000.000 | ||||||
e. Jurnal Umum (Memorial)
Pada perusahaan dagang, jurnal umum dipakai untuk mencatat semua transaksi yang tidak sanggup dimasukkan kedalam salah satu dari keempat jurnal khusus tersebut. Transaksi yang dicatat dalam jurnal umum yaitu sebagai berikut.
- Retur penjualan dan pengurangan harga.
- Potongan penjualan.
- Retur pembelian dan pengurangan harga.
- Penyesuaian simpulan tahun.
- Penyesuaian kembali awal tahun.
Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 15 Dikirim kembali sebagai barang dagangan dari PT Mandala alasannya yaitu rusak seharga Rp300.000,00.
Febr 25 Diterima kembali sebagai barang dagangan dari Tuan Dika alasannya yaitu cacat seharga Rp200.000,00
Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal umum (memorial)!
Jawab:
UD Elok
Jurnal Umum
Periode Februari 2012
Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | |
2012 Febr | 15 25 | Utang Dagang Retur Pembelian (PT Mandala) Retur Penjualan Piutang Dagang (Tuan Dika) | 300.000 - 200.000 - | - 300.000 - 200.000 | |
Jumlah | 500.000 | 500.000 | |||
Nah itu lah pembahasan ini mengenai IPS Ekonomi perihal Pencatatan Transaksi ke dalam Jurnal Khusus, supaya pembahasan ini sanggup membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.
Langganan:
Komentar (Atom)