Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
√ Macam-Macam Transaksi Pada Perusahaan Dagang
Lihat Detail

√ Macam-Macam Transaksi Pada Perusahaan Dagang

Halo teman-teman kali ini saya akan membagikan artikel mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang dan akan saya jelaskan satu persatu secara lengkap, biar teman-teman sanggup dengan gampang memahami pembahasan ini. yuk eksklusif saja kita bahas.

Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang usahanya bergerak dibidang jual beri barang dagangan. Secara Sistematis acara operasional yang terjadi dalam perusahaan dagang adalah sebagai berikut.

teman kali ini saya akan membagikan artikel mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang dan  √ Macam-macam Transaksi Pada Perusahaan Dagang

1. Pembelian Barang Dagang

Transaksi pembelian hanya mencakup pembelian barang dagangan, adalah barang yang akan dijual kembali kepada pelanggan. Bukti transaksi pembelian secara kredit berupa faktur.
Dalam Melakukan transaksi pembelian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

a. Beban Angkut Pembelian

Beban angkut pembelian akan menambah nilai pembelian. Pencatatan pengeluaran untuk beban angkut tergantung pada syarat penyerahan barang yang telah disepakati. Syarat penyerahan barang yang biasa digunakan, diantaranya FOB Shipping Point dan FOB Destination Point.

Free On Board Shipping Point/FOB Shipping Point
Artinya pihak pembeli menanggung biaya angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.

Free On Board Destination Point/FOB Destination Point
Artinya pihak penjual menanggung beban angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.

b. Potongan Tunai Pembelian

Potongan Tunai pembelian akan mengurangi jumlah pembelian. Perusahaan akan mendapatkan kepingan tunai pembelian pada dikala membeli barang dagangan atau membayar utang dagang sesuai dengan syarat pembayaran yang telah disepakati.

Misalnya, syarat pembayarannya 3/10, n/60. Angka 3 memperlihatkan besarnya kepingan (dalam persen), 10 menandakan lamanya waktu pembayaran yang mendapatkan kepingan semenjak tanggal terjadinya transaksi, dan n/60 memperlihatkan jangka waktu pelunasan.

Dengan demikian, syarat 3/10, n/60 berarti akan mendapatkan kepingan sebesar 3%, bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari atau kurang dari 10 hari semenjak terjadinya transaksi dan jangka waktu pelunasan 60 hari.

c. Retur Pembelian dan Pengurangan Harga

Retur pembelian dan pengurangan harga akan mengurangi nilai pembelian barang dagang. Transaksi retur pembelian dan pengurangan harga terjadi pada dikala barang yang dipesan tidak sesuai dengan pesanan.

Jika ada barang yang tidak sesuai dengan pesanan mengembalikan barang tersebut kepada penjual. Selanjutnya, transaksi tersebut dicatat dalam akun retur pembelian dan pengurangan harga.

2. Pengeluaran Kas

Jika waktu pembayaran sudah jatuh tempo, perusahaan harus mengeluarkan sejumlah kas untuk melunasi utang tersebut. Selain itu, perusahaan juga akan mengeluarkan sejumlah kas untuk membeli barang dagangan dan membeli barang atau jasa lain secara tunai.

3. Penjualan Barang Dagang

Transaksi Penjualan hanya mencakup penjualan barang dagangan. Transaksi penjualan ini dipengaruhi oleh hal-hal berikut :

a. Potongan Tunai Penjualan

Potongan Tunai Penjualan akan mengurangi jumlah penjualan. Perusahaan akan menawarkan kepingan tunai penjualan pada dikala menjual barang dagang secara tunai dengan syarat-syarat tertentu atau mendapatkan pelunasan piutang dagang sesuai dengan syarat pembayaran yang telah disepakati.

b. Retur Penjualan dan Pengurangan Harga

Retur penjualan dan pengurangan harga akan mengurangi nilai penjualan. Pengiriman barang dagangan tidak selamanya berjalan dengan baik. Barang dagangan sanggup saja mengalami kerusakan dalam perjalanan atau tidak sesuai dengan yang dipesan, sehingga mungkin saja pembeli mengembalikan barang yang rusak tersebut dan perusahaan harus menerimanya.

4. Penerimaan Kas

Perusahaan akan mendapatkan sejumlah kas pada dikala pelanggan membayar utang nya kepada perusahaan dan menjual barang dagangan atau barang lainnya secara tunai. Perusahaan juga akan mendapatkan kas dari acara lain diluar perjuangan pokok perusahaan. Misalnya, Penerimaan Kas dari pendapatan bunga.

Nah itu lah pembahasan mengenai transaksi perusahaan dagang, semoga pembahasan ini sanggup membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran. Jangan lupa bagikan artikel ini biar teman-teman yang lain sanggup berguru gotong royong mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang.
Halo teman-teman kali ini saya akan membagikan artikel mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang dan akan saya jelaskan satu persatu secara lengkap, biar teman-teman sanggup dengan gampang memahami pembahasan ini. yuk eksklusif saja kita bahas.

Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang usahanya bergerak dibidang jual beri barang dagangan. Secara Sistematis acara operasional yang terjadi dalam perusahaan dagang adalah sebagai berikut.

teman kali ini saya akan membagikan artikel mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang dan  √ Macam-macam Transaksi Pada Perusahaan Dagang

1. Pembelian Barang Dagang

Transaksi pembelian hanya mencakup pembelian barang dagangan, adalah barang yang akan dijual kembali kepada pelanggan. Bukti transaksi pembelian secara kredit berupa faktur.
Dalam Melakukan transaksi pembelian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

a. Beban Angkut Pembelian

Beban angkut pembelian akan menambah nilai pembelian. Pencatatan pengeluaran untuk beban angkut tergantung pada syarat penyerahan barang yang telah disepakati. Syarat penyerahan barang yang biasa digunakan, diantaranya FOB Shipping Point dan FOB Destination Point.

Free On Board Shipping Point/FOB Shipping Point
Artinya pihak pembeli menanggung biaya angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.

Free On Board Destination Point/FOB Destination Point
Artinya pihak penjual menanggung beban angkut pengiriman barang dari gudang penjual hingga ke gudang pembeli.

b. Potongan Tunai Pembelian

Potongan Tunai pembelian akan mengurangi jumlah pembelian. Perusahaan akan mendapatkan kepingan tunai pembelian pada dikala membeli barang dagangan atau membayar utang dagang sesuai dengan syarat pembayaran yang telah disepakati.

Misalnya, syarat pembayarannya 3/10, n/60. Angka 3 memperlihatkan besarnya kepingan (dalam persen), 10 menandakan lamanya waktu pembayaran yang mendapatkan kepingan semenjak tanggal terjadinya transaksi, dan n/60 memperlihatkan jangka waktu pelunasan.

Dengan demikian, syarat 3/10, n/60 berarti akan mendapatkan kepingan sebesar 3%, bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari atau kurang dari 10 hari semenjak terjadinya transaksi dan jangka waktu pelunasan 60 hari.

c. Retur Pembelian dan Pengurangan Harga

Retur pembelian dan pengurangan harga akan mengurangi nilai pembelian barang dagang. Transaksi retur pembelian dan pengurangan harga terjadi pada dikala barang yang dipesan tidak sesuai dengan pesanan.

Jika ada barang yang tidak sesuai dengan pesanan mengembalikan barang tersebut kepada penjual. Selanjutnya, transaksi tersebut dicatat dalam akun retur pembelian dan pengurangan harga.

2. Pengeluaran Kas

Jika waktu pembayaran sudah jatuh tempo, perusahaan harus mengeluarkan sejumlah kas untuk melunasi utang tersebut. Selain itu, perusahaan juga akan mengeluarkan sejumlah kas untuk membeli barang dagangan dan membeli barang atau jasa lain secara tunai.

3. Penjualan Barang Dagang

Transaksi Penjualan hanya mencakup penjualan barang dagangan. Transaksi penjualan ini dipengaruhi oleh hal-hal berikut :

a. Potongan Tunai Penjualan

Potongan Tunai Penjualan akan mengurangi jumlah penjualan. Perusahaan akan menawarkan kepingan tunai penjualan pada dikala menjual barang dagang secara tunai dengan syarat-syarat tertentu atau mendapatkan pelunasan piutang dagang sesuai dengan syarat pembayaran yang telah disepakati.

b. Retur Penjualan dan Pengurangan Harga

Retur penjualan dan pengurangan harga akan mengurangi nilai penjualan. Pengiriman barang dagangan tidak selamanya berjalan dengan baik. Barang dagangan sanggup saja mengalami kerusakan dalam perjalanan atau tidak sesuai dengan yang dipesan, sehingga mungkin saja pembeli mengembalikan barang yang rusak tersebut dan perusahaan harus menerimanya.

4. Penerimaan Kas

Perusahaan akan mendapatkan sejumlah kas pada dikala pelanggan membayar utang nya kepada perusahaan dan menjual barang dagangan atau barang lainnya secara tunai. Perusahaan juga akan mendapatkan kas dari acara lain diluar perjuangan pokok perusahaan. Misalnya, Penerimaan Kas dari pendapatan bunga.

Nah itu lah pembahasan mengenai transaksi perusahaan dagang, semoga pembahasan ini sanggup membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran. Jangan lupa bagikan artikel ini biar teman-teman yang lain sanggup berguru gotong royong mengenai Transaksi Pada Perusahaan Dagang.
√ Karakteristik Perusahaan Dagang
Lihat Detail

√ Karakteristik Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang ialah suatu bentuk perjuangan yang kegiatannya membeli dengan tujuan untuk dijual kembali, tanpa mengubah bentuk barang tersebut ataupun melaksanakan pengolahan lebih lanjut.

Dalam acara usahanya untuk mendapat keuntungan perusahaan dagang melaksanakan pembelian barang dagangan dan menjual kembali barang tersebut dengan harga jual yang lebih besar dari harga pokok atau harga perolehannya, sehingga perusahaan akan mendapat keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga pokok.

 Perusahaan dagang ialah suatu bentuk perjuangan yang kegiatannya membeli dengan tujuan untuk  √ Karakteristik Perusahaan Dagang

Proses pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang pada prinsipnya tidak banyak berbeda dengan perusahaan jasa. Perbedaan pencatatan terutama terletak pada:

1. Adanya asumsi persediaan barang dagang, yang terdiri atas persediaan awal (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada awal abad akuntansinya) dan persediaan selesai (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada selesai abad akuntansinya).

2. Adanya perhitungan harga pokok penjualan.

3. Bentuk laporan laba/rugi sanggup memakai bentuk single slep ataupun multiple step.

4. Perkiraan-perkiraan lain yang sanggup dipakai pada perusahaan dagang, yaitu retur pembelian dan pengurangan harga, bagian pembelian, penjualan barang dagangan, retur penjualan dan pengurangan harga, serta bagian penjualan.

Nah itulah pembahasan wacana Karakteristik Perusahaan Dagang, Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman. Terimakasih.
Perusahaan dagang ialah suatu bentuk perjuangan yang kegiatannya membeli dengan tujuan untuk dijual kembali, tanpa mengubah bentuk barang tersebut ataupun melaksanakan pengolahan lebih lanjut.

Dalam acara usahanya untuk mendapat keuntungan perusahaan dagang melaksanakan pembelian barang dagangan dan menjual kembali barang tersebut dengan harga jual yang lebih besar dari harga pokok atau harga perolehannya, sehingga perusahaan akan mendapat keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga pokok.

 Perusahaan dagang ialah suatu bentuk perjuangan yang kegiatannya membeli dengan tujuan untuk  √ Karakteristik Perusahaan Dagang

Proses pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang pada prinsipnya tidak banyak berbeda dengan perusahaan jasa. Perbedaan pencatatan terutama terletak pada:

1. Adanya asumsi persediaan barang dagang, yang terdiri atas persediaan awal (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada awal abad akuntansinya) dan persediaan selesai (nilai barang dagang yang dimiliki perusahaan pada selesai abad akuntansinya).

2. Adanya perhitungan harga pokok penjualan.

3. Bentuk laporan laba/rugi sanggup memakai bentuk single slep ataupun multiple step.

4. Perkiraan-perkiraan lain yang sanggup dipakai pada perusahaan dagang, yaitu retur pembelian dan pengurangan harga, bagian pembelian, penjualan barang dagangan, retur penjualan dan pengurangan harga, serta bagian penjualan.

Nah itulah pembahasan wacana Karakteristik Perusahaan Dagang, Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman. Terimakasih.
√ Sistem Pencatatan Transaksi Pada Perusahaan Dagang
Lihat Detail

√ Sistem Pencatatan Transaksi Pada Perusahaan Dagang

Pencatatan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan sanggup dicatat dengan dua metode, yaitu sistem perpetual dan sistem periodik. Silahkan simak dua metode tersebut berikut ini lebih mendalam.

Pencatatan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan sanggup dicatat dengan dua meto √ Sistem Pencatatan Transaksi Pada Perusahaan Dagang

1. Sistem Perpetual (Perpetual System)

Pada sistem perpetual, pembelian dan penjualan barang dagangan dicatat pada akun persediaan barang dagang (merchandise inventory), sehingga pergerakan barang dagang selalu dicatat, baik yag tersedia untuk dijual maupun yang telah dijual.

Di dalam sistem ini setiap dikala sanggup diketahui besarnya nilai atau harga pokok barang yang terjual serta jumlah persediaan barang dagangan di selesai periode akuntansi.

2. Sistem Periodik (Periodic System)

Berbeda dengan sistem perpetual, pada sistem periodik pergerakan barang dagangan sepanjang periode akuntansi tidak dicatat. Pada selesai periode, perusahaan harus menghitung persediaan yang masih tersisa secara fisik untuk memilih jumlah barang dagangan yang terjual dan tersisa.

Karena nilai persediaan barang dagangan tidak sanggup diketahui melalui pencatatan, maka harga pokok barang yang terjual juga tidak sanggup ditentukan dengan benar. Oleh alasannya ialah itu pada selesai periode akuntansi dibentuk jurnal pembiasaan atas persediaan barang dagangan.

Berikut ini disajikan bentuk ayat jurnal untuk kedua sistem pencatatan tersebut.

NO
Transaksi
Sistem Perpetual
Sistem Periodik
1.
Pembelian barang dagang secara tunai.
Persediaan Barang Dagang
         Kas
Pembelian
         Kas
2.
Pembelian barang dagang secara kredi.
Persediaan Barang Dagang
         Utang Dagang
Pembelian
         Utang Dagang
3.
Penjualan barang dagang tunai.
Kas
         Penjualan
Harga Pokok Penjualan
         Persediaan Barang Dagang
Kas
         Penjualan
4.
Penjualan barang dagang secara kredit.
Piutang Dagang
         Penjualan
Harga Pokok Penjualan
         Persediaan Barang Dagang
Piutang Dagang
         Penjualan
5.
Pembayaran beban angkut pembelian.
Persediaan Barang Dagang
         Kas
Beban Angkut Pembelian
         Kas
6.
Pembayaran beban angkut pembelian.
Beban Angkut Penjualan
         Kas
Beban Angkut Penjualan
         Kas
7.
Pengiriman kembali sebagian barang yang dibeli tunai.
Kas
         Persediaan Barang Dagang
Kas
         Retur Pembelian
8.
Pengiriman kembali sebagian barang dagang yang dibeli kredit.
Utang Dagang
         Persediaan Barang Dagang
Utang Dagang
         Retur Pembelian
9.
Penerimaan kembali barang yang dijual secara tunai.
Persediaan Barang Dagang
         Kas
Retur Penjualan
         Kas
10.
Penerimaan kembali barang yang dijual secara kredit.
Retur Penjualan
         Piutang Dagang
Persediaan Barang Dagang
         Harga Pokok Penjualan
Retur Penjualan
         Piutang Dagang
11.
Pembayaran utang tanpa potongan.
Utang Dagang
         Kas
Utang Dagang
         Kas
12.
Pembayaran utang dagang dengan potongan.
Utang Dagang
         Persediaan Barang Dagang
         Kas
Utang Dagang
         Potongan Pembelian
         Kas
13.
Penerimaan tagihan tanpa potongan.
Kas
         Piutang Dagang
Kas
         Piutang Dagang
14.
Penerimaan tagihan dengan potongan.
Kas
Potongan Penjualan
         Piutang Dagang
Kas
Potongan Penjualan
         Piutang Dagang


Nah itu lah pembahasan ihwal Sistem Pencatatan Transaksi Pada Perusahaan Dagang, agar pembahasan ini sanggup menambah wawasan dan membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.
Pencatatan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan sanggup dicatat dengan dua metode, yaitu sistem perpetual dan sistem periodik. Silahkan simak dua metode tersebut berikut ini lebih mendalam.

Pencatatan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan sanggup dicatat dengan dua meto √ Sistem Pencatatan Transaksi Pada Perusahaan Dagang

1. Sistem Perpetual (Perpetual System)

Pada sistem perpetual, pembelian dan penjualan barang dagangan dicatat pada akun persediaan barang dagang (merchandise inventory), sehingga pergerakan barang dagang selalu dicatat, baik yag tersedia untuk dijual maupun yang telah dijual.

Di dalam sistem ini setiap dikala sanggup diketahui besarnya nilai atau harga pokok barang yang terjual serta jumlah persediaan barang dagangan di selesai periode akuntansi.

2. Sistem Periodik (Periodic System)

Berbeda dengan sistem perpetual, pada sistem periodik pergerakan barang dagangan sepanjang periode akuntansi tidak dicatat. Pada selesai periode, perusahaan harus menghitung persediaan yang masih tersisa secara fisik untuk memilih jumlah barang dagangan yang terjual dan tersisa.

Karena nilai persediaan barang dagangan tidak sanggup diketahui melalui pencatatan, maka harga pokok barang yang terjual juga tidak sanggup ditentukan dengan benar. Oleh alasannya ialah itu pada selesai periode akuntansi dibentuk jurnal pembiasaan atas persediaan barang dagangan.

Berikut ini disajikan bentuk ayat jurnal untuk kedua sistem pencatatan tersebut.

NO
Transaksi
Sistem Perpetual
Sistem Periodik
1.
Pembelian barang dagang secara tunai.
Persediaan Barang Dagang
         Kas
Pembelian
         Kas
2.
Pembelian barang dagang secara kredi.
Persediaan Barang Dagang
         Utang Dagang
Pembelian
         Utang Dagang
3.
Penjualan barang dagang tunai.
Kas
         Penjualan
Harga Pokok Penjualan
         Persediaan Barang Dagang
Kas
         Penjualan
4.
Penjualan barang dagang secara kredit.
Piutang Dagang
         Penjualan
Harga Pokok Penjualan
         Persediaan Barang Dagang
Piutang Dagang
         Penjualan
5.
Pembayaran beban angkut pembelian.
Persediaan Barang Dagang
         Kas
Beban Angkut Pembelian
         Kas
6.
Pembayaran beban angkut pembelian.
Beban Angkut Penjualan
         Kas
Beban Angkut Penjualan
         Kas
7.
Pengiriman kembali sebagian barang yang dibeli tunai.
Kas
         Persediaan Barang Dagang
Kas
         Retur Pembelian
8.
Pengiriman kembali sebagian barang dagang yang dibeli kredit.
Utang Dagang
         Persediaan Barang Dagang
Utang Dagang
         Retur Pembelian
9.
Penerimaan kembali barang yang dijual secara tunai.
Persediaan Barang Dagang
         Kas
Retur Penjualan
         Kas
10.
Penerimaan kembali barang yang dijual secara kredit.
Retur Penjualan
         Piutang Dagang
Persediaan Barang Dagang
         Harga Pokok Penjualan
Retur Penjualan
         Piutang Dagang
11.
Pembayaran utang tanpa potongan.
Utang Dagang
         Kas
Utang Dagang
         Kas
12.
Pembayaran utang dagang dengan potongan.
Utang Dagang
         Persediaan Barang Dagang
         Kas
Utang Dagang
         Potongan Pembelian
         Kas
13.
Penerimaan tagihan tanpa potongan.
Kas
         Piutang Dagang
Kas
         Piutang Dagang
14.
Penerimaan tagihan dengan potongan.
Kas
Potongan Penjualan
         Piutang Dagang
Kas
Potongan Penjualan
         Piutang Dagang


Nah itu lah pembahasan ihwal Sistem Pencatatan Transaksi Pada Perusahaan Dagang, agar pembahasan ini sanggup menambah wawasan dan membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.
√ Pencatatan Transaksi Ke Dalam Jurnal Khusus
Lihat Detail

√ Pencatatan Transaksi Ke Dalam Jurnal Khusus

Transaksi perusahaan dagang secara garis besar terdiri atas transaksi pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas. Transaksi-transaksi tersebut terjadi secara rutin atau berulang-ulang selama satu periode akuntansi. Oleh alasannya yaitu itu, pencatatan transaksi perusahaan dagang dilakukan dalam jurnal khusus. Untuk transaksi yang jarang terjadi tetap dicatat dalam jurnal umum. Misalnya, transaksi pengembalian barang (retur) dan potongan.

 Transaksi perusahaan dagang secara garis besar terdiri atas transaksi pembelian √ Pencatatan Transaksi ke dalam Jurnal Khusus

Jurnal khusus yaitu jurnal yang dipakai untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang dan sejenis. Dalam jurnal khusus, setiap jenis transaksi dikelompokkan menurut jenis transaksinya, sehingga pencatatan lebih mudah. Oleh alasannya yaitu itu tujuan penggunaan jurnal khusus, di antaranya untuk mempermudah proses pencatatan transaksi dan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk mencatat transaksi tersebut.

Berikut merupakan perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus

Tabel Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
No.
Jurnal Umum
Jurnal Khusus
1.
Bentuk jurnal umum terdiri atas kolom tanggal, keterangan, ref, dan jumlah debet dan kredit.
Bentuk jurnal khusus diubahsuaikan dengan kolom-kolom yang diperlukan dan didasarkan pada kelompok transaksi yang sejenis.
2.
Semua trnasaksi dicatat dalam jurnal umum.
Transaksi dicatat sesuai dengan jenis transaksi
3.
Posting ke buku besar dilakukan setiap ada transaksi.
Posting ke buku besar dilakukan secara berkala, contohnya setiap simpulan bulan.
4.
Jurnal umum cocok dipakai untuk perusahaan dagang yang kecil (transaksinya tidak begitu banyaK)
Jurnal khusus cocok untuk perusahaan dagang yang berskala besar dimana transaksi sejenis sering terjadi

Manfaat Jurnal khusus yaitu sebagai beriku.

  1. Mempermudah pembagian pekerjaan (spesialis).
  2. Mempermudah posting ke akun buku besar.
  3. Memungkinkan pengendalian intern yang lebih baik.
  4. Mudah diperiksa kembali secara berkala.

1. Macam-Macam Jurnal Khusus

Sesuai dengan transaksi yang terjadi dalam perusahaan dagang, secara sistematis jurnal khusus dibagi menjadi lima, yaitu jurnal pembelian, jurnal penerimaan khas, jurnal penjualan, jurnal pengeluaran khas, dan jurnal umum (jurnal memorial).

a. Jurnal Pembelian (Purchase Journal)

Jurnal pembelian yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat pembelian barang dagangan atau aktiva lainnya secara kredit. Transaksi pembelian yang sering dilakukan oleh perusahaan yaitu pembelian barang dagangan, pembelian perlengkapan, pembelian peralatan, inventaris, dan sebagainya. Transaksi yang dicatat dalam jurnal pembelian antara lain :
  1. Pembelian barang dagangan secara kredit.
  2. Pembelian perlengkapan, peralatan, dan aktiva lain secara kredit.
Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut :
Febr 2 : Dibeli barang dagangan secara kredit dengan syarat pembayaran 2/10, n/30 dari Toko Mulia seharga Rp6.000.000,00. (F-201).
Febr 6 : Dibeli perlengkapan toko dari PT mandala seharga Rp2.700.000,00. (FB-205).
Febr 11 : Dibeli barang dagangan dari UD Anugrah seharga RP4.000.000,00 dengan syarat pembayaran 3/20, n/45. (B 202).
Febr 16 : Dibeli kendaraan untuk angkutan perusahaan seharga Rp100.000.000,00 secara kredit dari PT Nusantara Motor. (FB-207).
Febr 23 : Dibeli barang dagang secara kredit dari Toko Mahkota seharga Rp4.000.000,00 secara kredit. (F-208).

Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal pembelian dengan teliti!

Jawab:
UD Elok
Jurnal Pembelian
Periode Februari 2012
Tanggal
No. Faktur
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Pembelian
Serba-Serbi
Utang Dagang
Nama Akun
Ref
Jumlah
2012 Febr
2
6
11
16

23
F-201
FB-205
B 202
FB-207

F-208
Toko Mulia
PT Mana
UD Anugrah
PT Nusantara
Motor
Toko Mahkota

6.000.000
-
4.000.000
-

4.000.000

Prlngkp toko

Kendaraan

-
2.700.000
-
100.000.000

-
6.000.000
2.700.000
4.000.000
100.000.000

4.000.000
Jumlah
14.000.000


102.700.000
116.700.000


b. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)

Jurnal pengeluaran kas yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat semua pengeluaran kas. Misalnya membayar utang, membayar gaji, membayar pembelian barang dagangan secara tunai dan lain-lain.

Transaksi yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas antara lain sebagai berikut.
  1. Pembelian secara tunai.
  2. Pembayaran atau pelunasan utang dagang.
  3. Pembayaran beban-beban.
  4. Retur penjualan secara tunai/
  5. Pengambilan utang tunai untuk pribadi.

Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 2 Dibayar sewa toko untuk 1 tahun sebesar Rp3.600.000,00. (BKK 021).
Febr 4 Dibeli barang dagang secara tunai seharga Rp8.000.000,00 dari UD Sinar Jaya. (BKK 022).
Febr 9 Dibayar utang atas pembelian barang dagangan dari Toko Mulia sebesar Rp3.400.00,00 dikurangi potongan sebesar Rp160.000,00. (BKK 023).
Febr 20 Dibayar honor karyawan sebesar Rp2.000.000,00. (BKK 024).
Febr 25 Dibayar utang atas pembelian barang dagangan sebesar Rp4.000.000,00 dikurangi potongan 5% kepada UD Anugrah (BKK 025).

Diminta:
Catatlah transaksi tersebut dalam jurnal pengeluaran kas dengan hati-hati!

Jawab:

Tanggal
No. Bukti
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Utang Dagang
Pembelian
Serba-Serbi
Kas
Pot. Pembelian
Nama Akun
Ref
Jumlah
2012
Febr
2
4

9
20

25
021
022

023
024

025
Sewa ruang
Pembelian tunai
Tk. Mulia
Gaji
Karyawan
UD Anugrah

-
-

3.400.000
-

4.000.000
-
8.000.000

-
-


B. Sewa



Beban
Gaji

3.600.000
-

-
2.000.000

-
3.600.000
8.000.000

3.240.000
2.000.000

3.800.000
-
-

160.000


200.000
Jumlah
7.400.000
8.000.000


5.600.000
20.640.000
360.000














c. Jurnal Penjualan (Sales Journal)

Jurnal penjualan yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat penjualan barang dagangan dan barang lain secara kredit.

Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 4 Dijual barang dagangan kepada Fa. Abadi seharga Rp10.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30. (J-020)
Febr 10 Dijual barang dagangan kepada Ny. Anindya seharga Rp4.000.000,00 syarat 2/15, n/30. (J-021)
Febr 17 Dijual barang dagangan secara kredit kepada Tuan Dika seharga Rp3.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 (J-022)
Febr 25 Dijual barang dagangan kepada PT Karya Jaya seharga Rp6.500.000,00 dengan syarat 3/15, n/45. (J-023)
Febr 29 Dijual barang dagangan kepada Tuan Rian seharga Rp6.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 (J-024)

Diminta:
Catatlah transaksi di atas ke dalam jurnal penjualan!

Jawab:
UD Elok
Jurnal Penjualan
Periode Februari 2012
Tanggal
No. Faktur
Keterangan
Syarat
Ref
D: Piutang Dagang
K: Penjualan
2012
Febr
4
10
17
25
28
J-020
J-021
J-022
J-023
J-024
Fa. Abadi
Ny. Anindya
Tuan Dika
PT Karya Jaya
Tuan Rian
2/10, n/30
2/15, n/30
2/10, n/30
3/15, n/45
2/10, n/30

10.000.000
4.000.000
3.000.000
6.500.000
6.000.000
Jumlah
29.500.000



d. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)

Suatu transaksi keuangan yang sering terjadi berkaitan dengan penerimaan uang tunai yang berasal dari banyak sekali sumber perusahaan, perlu dibuatkan kolom khusus untuk akun kas (debet), sehingga pencatatannya dilakukan pada jurnal penerimaan kas. Jurnal penerimaan kas yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat semua penerimaan kas yang dilakukan perusahaan. Misalnya pendapatan bunga, pendapatan sewa, dari penjualan tunai, dan lain-lain. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas antara lain sebagai berikut.
  1. Penjualan tunai.
  2. Penerimaan pelunasan piutang.
  3. Penerimaan pendapatan (pendapatan bunga, dividen, sewa, dan lain-lain).
  4. Retur pembelian secara tunai.

Contoh:
Buatlah jurnal peerimaan kas UD Elok, yang selama bulan Februari 2012 memiliki transaksi sebagai berikut.
Febr 1 Pemilik toko (Tuan Raditya) menginvestasikan uang tunai sebagai modal awal sebesar Rp30.000.000,00. (BKM 001)
Febr 3 Dijual barang dagang secara tunai kepada UD Mega Jaya seharga Rp5.000.000,00. (BKM 002)
Febr 6 Diterima pelunasan piutang dari Fa Abadi sebesar Rp8.000.000,00 dikurangi potongan 2%. (BKM 003)
Febr 15 Diterima pelunasan piutang dari Tuan Ny Anindya sebesar Rp3.000.000,00 mendapat potongan 2% (BKM 004)
Febr 23 Dijual barang dagangan secara tunai kepada Tuan Harisman, Semarang seharga Rp5.000.000,00 (BKM 005)

Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal penerimaan kas!

Jawab:
UD Elok
Jurnal Penerimaan Kas
Periode Februari 2012
Tanggal
No. Bukti
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Kas
Pot. Penjualan
Piutang Dagang
Penjualan
Serba-Serbi
Nama Akun
Ref
Jumlah
2012
Febr
1

3
6
15
23
001

002
003
004
005
Investasi awal
Penj. Tunai
Fa. Abadi
Ny. Anindya
Penj. Tunai


30.000.000
5.000.000
7.840.000
2.940.000
5.000.000

-
-
160.000
60.000
-

-
5.000.000
-
-
5.000.000

-
5.000.000
-
-
5.000.000
Modal
Tn. Raditya


30.000.000
-
-
-
-
Jumlah
50.780.000
220.000
11.000.000
10.000.000


30.000.000



e. Jurnal Umum (Memorial)

Pada perusahaan dagang, jurnal umum dipakai untuk mencatat semua transaksi yang tidak sanggup dimasukkan kedalam salah satu dari keempat jurnal khusus tersebut. Transaksi yang dicatat dalam jurnal umum yaitu sebagai berikut.
  1. Retur penjualan dan pengurangan harga.
  2. Potongan penjualan.
  3. Retur pembelian dan pengurangan harga.
  4. Penyesuaian simpulan tahun.
  5. Penyesuaian kembali awal tahun.

Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 15 Dikirim kembali sebagai barang dagangan dari PT Mandala alasannya yaitu rusak seharga Rp300.000,00.
Febr 25 Diterima kembali sebagai barang dagangan dari Tuan Dika alasannya yaitu cacat seharga Rp200.000,00

Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal umum (memorial)!

Jawab:
UD Elok
Jurnal Umum
Periode Februari 2012
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
2012
Febr
15


25


Utang Dagang
Retur Pembelian
(PT Mandala)
Retur Penjualan
Piutang Dagang
(Tuan Dika)

300.000
-

200.000
-
-
300.000

-
200.000
Jumlah

500.000
500.000




Nah itu lah pembahasan ini mengenai IPS Ekonomi perihal Pencatatan Transaksi ke dalam Jurnal Khusus, supaya pembahasan ini sanggup membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.
Transaksi perusahaan dagang secara garis besar terdiri atas transaksi pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas. Transaksi-transaksi tersebut terjadi secara rutin atau berulang-ulang selama satu periode akuntansi. Oleh alasannya yaitu itu, pencatatan transaksi perusahaan dagang dilakukan dalam jurnal khusus. Untuk transaksi yang jarang terjadi tetap dicatat dalam jurnal umum. Misalnya, transaksi pengembalian barang (retur) dan potongan.

 Transaksi perusahaan dagang secara garis besar terdiri atas transaksi pembelian √ Pencatatan Transaksi ke dalam Jurnal Khusus

Jurnal khusus yaitu jurnal yang dipakai untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang dan sejenis. Dalam jurnal khusus, setiap jenis transaksi dikelompokkan menurut jenis transaksinya, sehingga pencatatan lebih mudah. Oleh alasannya yaitu itu tujuan penggunaan jurnal khusus, di antaranya untuk mempermudah proses pencatatan transaksi dan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk mencatat transaksi tersebut.

Berikut merupakan perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus

Tabel Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
No.
Jurnal Umum
Jurnal Khusus
1.
Bentuk jurnal umum terdiri atas kolom tanggal, keterangan, ref, dan jumlah debet dan kredit.
Bentuk jurnal khusus diubahsuaikan dengan kolom-kolom yang diperlukan dan didasarkan pada kelompok transaksi yang sejenis.
2.
Semua trnasaksi dicatat dalam jurnal umum.
Transaksi dicatat sesuai dengan jenis transaksi
3.
Posting ke buku besar dilakukan setiap ada transaksi.
Posting ke buku besar dilakukan secara berkala, contohnya setiap simpulan bulan.
4.
Jurnal umum cocok dipakai untuk perusahaan dagang yang kecil (transaksinya tidak begitu banyaK)
Jurnal khusus cocok untuk perusahaan dagang yang berskala besar dimana transaksi sejenis sering terjadi

Manfaat Jurnal khusus yaitu sebagai beriku.

  1. Mempermudah pembagian pekerjaan (spesialis).
  2. Mempermudah posting ke akun buku besar.
  3. Memungkinkan pengendalian intern yang lebih baik.
  4. Mudah diperiksa kembali secara berkala.

1. Macam-Macam Jurnal Khusus

Sesuai dengan transaksi yang terjadi dalam perusahaan dagang, secara sistematis jurnal khusus dibagi menjadi lima, yaitu jurnal pembelian, jurnal penerimaan khas, jurnal penjualan, jurnal pengeluaran khas, dan jurnal umum (jurnal memorial).

a. Jurnal Pembelian (Purchase Journal)

Jurnal pembelian yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat pembelian barang dagangan atau aktiva lainnya secara kredit. Transaksi pembelian yang sering dilakukan oleh perusahaan yaitu pembelian barang dagangan, pembelian perlengkapan, pembelian peralatan, inventaris, dan sebagainya. Transaksi yang dicatat dalam jurnal pembelian antara lain :
  1. Pembelian barang dagangan secara kredit.
  2. Pembelian perlengkapan, peralatan, dan aktiva lain secara kredit.
Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut :
Febr 2 : Dibeli barang dagangan secara kredit dengan syarat pembayaran 2/10, n/30 dari Toko Mulia seharga Rp6.000.000,00. (F-201).
Febr 6 : Dibeli perlengkapan toko dari PT mandala seharga Rp2.700.000,00. (FB-205).
Febr 11 : Dibeli barang dagangan dari UD Anugrah seharga RP4.000.000,00 dengan syarat pembayaran 3/20, n/45. (B 202).
Febr 16 : Dibeli kendaraan untuk angkutan perusahaan seharga Rp100.000.000,00 secara kredit dari PT Nusantara Motor. (FB-207).
Febr 23 : Dibeli barang dagang secara kredit dari Toko Mahkota seharga Rp4.000.000,00 secara kredit. (F-208).

Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal pembelian dengan teliti!

Jawab:
UD Elok
Jurnal Pembelian
Periode Februari 2012
Tanggal
No. Faktur
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Pembelian
Serba-Serbi
Utang Dagang
Nama Akun
Ref
Jumlah
2012 Febr
2
6
11
16

23
F-201
FB-205
B 202
FB-207

F-208
Toko Mulia
PT Mana
UD Anugrah
PT Nusantara
Motor
Toko Mahkota

6.000.000
-
4.000.000
-

4.000.000

Prlngkp toko

Kendaraan

-
2.700.000
-
100.000.000

-
6.000.000
2.700.000
4.000.000
100.000.000

4.000.000
Jumlah
14.000.000


102.700.000
116.700.000


b. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)

Jurnal pengeluaran kas yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat semua pengeluaran kas. Misalnya membayar utang, membayar gaji, membayar pembelian barang dagangan secara tunai dan lain-lain.

Transaksi yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas antara lain sebagai berikut.
  1. Pembelian secara tunai.
  2. Pembayaran atau pelunasan utang dagang.
  3. Pembayaran beban-beban.
  4. Retur penjualan secara tunai/
  5. Pengambilan utang tunai untuk pribadi.

Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 2 Dibayar sewa toko untuk 1 tahun sebesar Rp3.600.000,00. (BKK 021).
Febr 4 Dibeli barang dagang secara tunai seharga Rp8.000.000,00 dari UD Sinar Jaya. (BKK 022).
Febr 9 Dibayar utang atas pembelian barang dagangan dari Toko Mulia sebesar Rp3.400.00,00 dikurangi potongan sebesar Rp160.000,00. (BKK 023).
Febr 20 Dibayar honor karyawan sebesar Rp2.000.000,00. (BKK 024).
Febr 25 Dibayar utang atas pembelian barang dagangan sebesar Rp4.000.000,00 dikurangi potongan 5% kepada UD Anugrah (BKK 025).

Diminta:
Catatlah transaksi tersebut dalam jurnal pengeluaran kas dengan hati-hati!

Jawab:

Tanggal
No. Bukti
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Utang Dagang
Pembelian
Serba-Serbi
Kas
Pot. Pembelian
Nama Akun
Ref
Jumlah
2012
Febr
2
4

9
20

25
021
022

023
024

025
Sewa ruang
Pembelian tunai
Tk. Mulia
Gaji
Karyawan
UD Anugrah

-
-

3.400.000
-

4.000.000
-
8.000.000

-
-


B. Sewa



Beban
Gaji

3.600.000
-

-
2.000.000

-
3.600.000
8.000.000

3.240.000
2.000.000

3.800.000
-
-

160.000


200.000
Jumlah
7.400.000
8.000.000


5.600.000
20.640.000
360.000














c. Jurnal Penjualan (Sales Journal)

Jurnal penjualan yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat penjualan barang dagangan dan barang lain secara kredit.

Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 4 Dijual barang dagangan kepada Fa. Abadi seharga Rp10.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30. (J-020)
Febr 10 Dijual barang dagangan kepada Ny. Anindya seharga Rp4.000.000,00 syarat 2/15, n/30. (J-021)
Febr 17 Dijual barang dagangan secara kredit kepada Tuan Dika seharga Rp3.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 (J-022)
Febr 25 Dijual barang dagangan kepada PT Karya Jaya seharga Rp6.500.000,00 dengan syarat 3/15, n/45. (J-023)
Febr 29 Dijual barang dagangan kepada Tuan Rian seharga Rp6.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 (J-024)

Diminta:
Catatlah transaksi di atas ke dalam jurnal penjualan!

Jawab:
UD Elok
Jurnal Penjualan
Periode Februari 2012
Tanggal
No. Faktur
Keterangan
Syarat
Ref
D: Piutang Dagang
K: Penjualan
2012
Febr
4
10
17
25
28
J-020
J-021
J-022
J-023
J-024
Fa. Abadi
Ny. Anindya
Tuan Dika
PT Karya Jaya
Tuan Rian
2/10, n/30
2/15, n/30
2/10, n/30
3/15, n/45
2/10, n/30

10.000.000
4.000.000
3.000.000
6.500.000
6.000.000
Jumlah
29.500.000



d. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)

Suatu transaksi keuangan yang sering terjadi berkaitan dengan penerimaan uang tunai yang berasal dari banyak sekali sumber perusahaan, perlu dibuatkan kolom khusus untuk akun kas (debet), sehingga pencatatannya dilakukan pada jurnal penerimaan kas. Jurnal penerimaan kas yaitu jurnal khusus yang dipakai untuk mencatat semua penerimaan kas yang dilakukan perusahaan. Misalnya pendapatan bunga, pendapatan sewa, dari penjualan tunai, dan lain-lain. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas antara lain sebagai berikut.
  1. Penjualan tunai.
  2. Penerimaan pelunasan piutang.
  3. Penerimaan pendapatan (pendapatan bunga, dividen, sewa, dan lain-lain).
  4. Retur pembelian secara tunai.

Contoh:
Buatlah jurnal peerimaan kas UD Elok, yang selama bulan Februari 2012 memiliki transaksi sebagai berikut.
Febr 1 Pemilik toko (Tuan Raditya) menginvestasikan uang tunai sebagai modal awal sebesar Rp30.000.000,00. (BKM 001)
Febr 3 Dijual barang dagang secara tunai kepada UD Mega Jaya seharga Rp5.000.000,00. (BKM 002)
Febr 6 Diterima pelunasan piutang dari Fa Abadi sebesar Rp8.000.000,00 dikurangi potongan 2%. (BKM 003)
Febr 15 Diterima pelunasan piutang dari Tuan Ny Anindya sebesar Rp3.000.000,00 mendapat potongan 2% (BKM 004)
Febr 23 Dijual barang dagangan secara tunai kepada Tuan Harisman, Semarang seharga Rp5.000.000,00 (BKM 005)

Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal penerimaan kas!

Jawab:
UD Elok
Jurnal Penerimaan Kas
Periode Februari 2012
Tanggal
No. Bukti
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Kas
Pot. Penjualan
Piutang Dagang
Penjualan
Serba-Serbi
Nama Akun
Ref
Jumlah
2012
Febr
1

3
6
15
23
001

002
003
004
005
Investasi awal
Penj. Tunai
Fa. Abadi
Ny. Anindya
Penj. Tunai


30.000.000
5.000.000
7.840.000
2.940.000
5.000.000

-
-
160.000
60.000
-

-
5.000.000
-
-
5.000.000

-
5.000.000
-
-
5.000.000
Modal
Tn. Raditya


30.000.000
-
-
-
-
Jumlah
50.780.000
220.000
11.000.000
10.000.000


30.000.000



e. Jurnal Umum (Memorial)

Pada perusahaan dagang, jurnal umum dipakai untuk mencatat semua transaksi yang tidak sanggup dimasukkan kedalam salah satu dari keempat jurnal khusus tersebut. Transaksi yang dicatat dalam jurnal umum yaitu sebagai berikut.
  1. Retur penjualan dan pengurangan harga.
  2. Potongan penjualan.
  3. Retur pembelian dan pengurangan harga.
  4. Penyesuaian simpulan tahun.
  5. Penyesuaian kembali awal tahun.

Contoh:
Transaksi yang terjadi pada UD Elok selama bulan Februari 2012 sebagai berikut.
Febr 15 Dikirim kembali sebagai barang dagangan dari PT Mandala alasannya yaitu rusak seharga Rp300.000,00.
Febr 25 Diterima kembali sebagai barang dagangan dari Tuan Dika alasannya yaitu cacat seharga Rp200.000,00

Diminta:
Catatlah transaksi di atas dalam jurnal umum (memorial)!

Jawab:
UD Elok
Jurnal Umum
Periode Februari 2012
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
2012
Febr
15


25


Utang Dagang
Retur Pembelian
(PT Mandala)
Retur Penjualan
Piutang Dagang
(Tuan Dika)

300.000
-

200.000
-
-
300.000

-
200.000
Jumlah

500.000
500.000




Nah itu lah pembahasan ini mengenai IPS Ekonomi perihal Pencatatan Transaksi ke dalam Jurnal Khusus, supaya pembahasan ini sanggup membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.