Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
√ Perkembangan Karya Seni Rupa Modern Atau Kontemporer
Lihat Detail

√ Perkembangan Karya Seni Rupa Modern Atau Kontemporer

Ketika insan memulai peradabannya di dunia ini, di mana insan belum mengenal goresan pena bahkan teknologi menyerupai kini ini, insan sudah mengenal seni rupa, meskipun masih dalam taraf yang sangat sederhana.

Sebagai bukti bahwa seni rupa sudah ada semenjak zaman prasejarah yaitu banyaknya peninggalan-peninggalan purbakala yang mempunyai nilai estetika menyerupai kapak dari kerikil (peninggalan zaman Neolitikum atau kerikil muda), Menhir, dan lain-lain.

Hampir diseluruh penjuru dunia banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang berupa karya seni rupa. Karya seni rupa zaman Prasejarah, cenderung bersifat magis dan religius menyerupai salah satu peninggalan karya seni rupanya yaitu menhir yang berupa sebuah patung dari batu.

Ketika insan memulai peradabannya di dunia ini √ Perkembangan Karya Seni Rupa Modern atau Kontemporer

Patung ini berfungsi sebagai tanda peringatan insiden pemujaan terhadap roh nenek moyang dan terkadang dianggap sebagai daerah bersemayamnya roh nenek moyang mereka.

Budaya rupa semacam ini masih bertahan hingga masuknya aneka macam agama khususnya di dunia bab barat (Eropa dan Amerika) dengan banyaknya muncul seniman-seniman dari benua biru.

Di awal zaman Renaissance, para seniman (perupa) masih belum sanggup mendapat kebebasan dalam menuangkan ekspresinya, alasannya pada masa ini seniman masih berada dibawah tekanan para darah biru dan kaum gereja, di mana para seniman menciptakan sebuah karya menurut undangan para diktator diatas.

Dalam situasi ini, para diktator-diktator seni yang sanggup memaksakan arah perkembangan seni, alasannya merekalah yang membiayainya.

Dengan mulainya masyarakat menyukai karya-karya seni menyerupai lukisan dan patung yang ukurannya relatif kecil, maka para seniman mulai menemukan kebebasannya dalam berkarya, alasannya tidak bergantung lagi pada para darah biru sebagai sponsor.

Para seniman sanggup membiayai pembuatan karyanya sendiri yang lalu banyak diminati oleh para rakyat kecil.

Abad ke-15 di mana masa Renaissance berkembang, merupakan awal mulainya seni modern Rene Descartes (1556-1650), Cugito Ergosum (1646-1716), Thomas Hobbes (1588-1679), dan John Lockee (1632-1704), mereka yaitu para filsuf peletak dasar modernisme dalam dunia seni.

Pecahnya Revolusi Prancis 1789, merupakan salah satu tanda kebangkitan seni rupa modern, yang lalu diikuti dengan munculnya pelukis dari Prancis yang berjulukan J.L. David, tetapi pelukis menyerupai Vincent Van Gogh dan Leonardo Da Vinci juga seniman yang menjadi tanda kebangkitan kurun seni rupa modern.
Ketika insan memulai peradabannya di dunia ini, di mana insan belum mengenal goresan pena bahkan teknologi menyerupai kini ini, insan sudah mengenal seni rupa, meskipun masih dalam taraf yang sangat sederhana.

Sebagai bukti bahwa seni rupa sudah ada semenjak zaman prasejarah yaitu banyaknya peninggalan-peninggalan purbakala yang mempunyai nilai estetika menyerupai kapak dari kerikil (peninggalan zaman Neolitikum atau kerikil muda), Menhir, dan lain-lain.

Hampir diseluruh penjuru dunia banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang berupa karya seni rupa. Karya seni rupa zaman Prasejarah, cenderung bersifat magis dan religius menyerupai salah satu peninggalan karya seni rupanya yaitu menhir yang berupa sebuah patung dari batu.

Ketika insan memulai peradabannya di dunia ini √ Perkembangan Karya Seni Rupa Modern atau Kontemporer

Patung ini berfungsi sebagai tanda peringatan insiden pemujaan terhadap roh nenek moyang dan terkadang dianggap sebagai daerah bersemayamnya roh nenek moyang mereka.

Budaya rupa semacam ini masih bertahan hingga masuknya aneka macam agama khususnya di dunia bab barat (Eropa dan Amerika) dengan banyaknya muncul seniman-seniman dari benua biru.

Di awal zaman Renaissance, para seniman (perupa) masih belum sanggup mendapat kebebasan dalam menuangkan ekspresinya, alasannya pada masa ini seniman masih berada dibawah tekanan para darah biru dan kaum gereja, di mana para seniman menciptakan sebuah karya menurut undangan para diktator diatas.

Dalam situasi ini, para diktator-diktator seni yang sanggup memaksakan arah perkembangan seni, alasannya merekalah yang membiayainya.

Dengan mulainya masyarakat menyukai karya-karya seni menyerupai lukisan dan patung yang ukurannya relatif kecil, maka para seniman mulai menemukan kebebasannya dalam berkarya, alasannya tidak bergantung lagi pada para darah biru sebagai sponsor.

Para seniman sanggup membiayai pembuatan karyanya sendiri yang lalu banyak diminati oleh para rakyat kecil.

Abad ke-15 di mana masa Renaissance berkembang, merupakan awal mulainya seni modern Rene Descartes (1556-1650), Cugito Ergosum (1646-1716), Thomas Hobbes (1588-1679), dan John Lockee (1632-1704), mereka yaitu para filsuf peletak dasar modernisme dalam dunia seni.

Pecahnya Revolusi Prancis 1789, merupakan salah satu tanda kebangkitan seni rupa modern, yang lalu diikuti dengan munculnya pelukis dari Prancis yang berjulukan J.L. David, tetapi pelukis menyerupai Vincent Van Gogh dan Leonardo Da Vinci juga seniman yang menjadi tanda kebangkitan kurun seni rupa modern.
√ Perilaku Apresiatif Terhadap Keunikan Karya Seni Rupa Modern Atau
Kontemporer
Lihat Detail

√ Perilaku Apresiatif Terhadap Keunikan Karya Seni Rupa Modern Atau Kontemporer

Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang kurang lebih memiliki arti mengerti serta menyadari sepenuhnya sampai bisa menilai semestinya.

Dalam hubungannya dengan seni, kata apresiasi memiliki arti mengerti dan menyadari wacana hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya, sehingga bisa menikmati dan menilai karya seni tersebut.

Dalam pengertian yang lebih luas, apresiasi sanggup diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati, mengamati, menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni.

Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang kurang lebih memiliki arti mengerti  √ Sikap Apresiatif terhadap Keunikan Karya Seni Rupa Modern atau Kontemporer

Apresiasi memiliki tiga tingkatan, yaitu apresiasi empatik, apresiasi estetis, dan apresiasi kritis.

1. Apresiasi Empatik
Apresiasi empatik yaitu apresiasi yang menilai baik dan kurang baik hanya menurut pengamatan belaka. Apresiasi atau evaluasi ini biasanya dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni.

2. Apresiasi Estetis
Apresiasi estetis yaitu apresiasi untuk menilai keindahan suatu karya seni. Apresiasi pada tingkat ini dilakukan seseorang sesudah mengamati dan menghayati karya seni secara mendalam.

3. Apresiasi Kritis
Apresiasi kritis yaitu apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersifat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat, degan analisis, interpretasi, dan evaluasi yang bertanggung jawab.

Karya seni rupa Nusantara memiliki aneka macam macam jenis, semuanya merupakan warisan budaya bangsa yang harus kita lestarikan, selanjutnya silahkan simak wacana perkembangan seni rupa modern.
Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang kurang lebih memiliki arti mengerti serta menyadari sepenuhnya sampai bisa menilai semestinya.

Dalam hubungannya dengan seni, kata apresiasi memiliki arti mengerti dan menyadari wacana hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya, sehingga bisa menikmati dan menilai karya seni tersebut.

Dalam pengertian yang lebih luas, apresiasi sanggup diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati, mengamati, menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni.

Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang kurang lebih memiliki arti mengerti  √ Sikap Apresiatif terhadap Keunikan Karya Seni Rupa Modern atau Kontemporer

Apresiasi memiliki tiga tingkatan, yaitu apresiasi empatik, apresiasi estetis, dan apresiasi kritis.

1. Apresiasi Empatik
Apresiasi empatik yaitu apresiasi yang menilai baik dan kurang baik hanya menurut pengamatan belaka. Apresiasi atau evaluasi ini biasanya dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni.

2. Apresiasi Estetis
Apresiasi estetis yaitu apresiasi untuk menilai keindahan suatu karya seni. Apresiasi pada tingkat ini dilakukan seseorang sesudah mengamati dan menghayati karya seni secara mendalam.

3. Apresiasi Kritis
Apresiasi kritis yaitu apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersifat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat, degan analisis, interpretasi, dan evaluasi yang bertanggung jawab.

Karya seni rupa Nusantara memiliki aneka macam macam jenis, semuanya merupakan warisan budaya bangsa yang harus kita lestarikan, selanjutnya silahkan simak wacana perkembangan seni rupa modern.
√ Pergelaran Karya Musik Nusantara
Lihat Detail

√ Pergelaran Karya Musik Nusantara

Dalam menampilkan karya musik diperlukan rasa percaya diri yang tinggi. Kadang kala ada rasa gugup yang menyertai, namun dengan semangat dan iktikad diri maka pasti karya musik tersebut sanggup ditampilkan dengan baik.

Pergelaran atau pementasan karya musik di sekolah bertujuan untuk memperlihatkan kesempatan dan pengalaman untuk memperlihatkan keterampilan kalian dalam bermusik. Pergelaran sanggup bersifat apresiatif atau kompetitif.

Pergelaran sanggup bersifat apresiatif atau kompetitif, pergelaran yang bersifat apresiatif adalah pergelaran yang menampilkan beberapa peragaan musik. Pergelaran yang bersifat kompetitif adalah pergelaran yang bertujuan untuk mendapat penghargaan, contohnya perlombaan paduan bunyi antar kelas atau antar sekolah.

Dalam menyelenggarakan pergelaran musik, kalian sanggup membentuk kepanitiaan, struktur organisasi kepanitiaan terdiri atas prlindung, penasihat, ketua, wakil ketua, bendahara, wakil bendahara, sekertaris, wakil sekertaris, dan beberapa petugas. Petugas-petugas yang diperlukan antara lain petugas acara, petugas partitur, petugas perlengkapan, dan petugas dokumentasi.

 Dalam menampilkan karya musik diperlukan rasa percaya diri yang tinggi √ Pergelaran Karya Musik Nusantara

Berikut ini merupakan hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam menyelenggarakan sebuah pergelaran.

1. Mengumpulkan Hasil Karya
Pengumpulan hasil karya dilakukan oleh petugas acara. Semua bentuk, jenis, dan kreasi musik yang mendukung pergelaran musik perlu dikumpulkan dan di inventaris terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengelolaan, khususnya dalam menciptakan susunan program biar program yang digelar monoton dan menjemukan. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan, adalah menginventaris setiap jenis musik pada daftar program dan menciptakan susunan acara.

2. Mempersiapkan Kelengkapan Pergelaran
Mempersiapkan kelengkapan pergelaran dilakukan oleh petugas perlengkapan. Kesuksesan pergelaran didukung oleh pengelolaan, sistem kerja, dan perlengkapan penunjang lainnya, menyerupai tata suara, tata lampu, tata panggung, dan standar untuk partitur.

3. Penataan Ruang Pergelaran
Petugas perlengkapan dan dekorasi bertanggungjawab dalam penataan ruang pergelaran. Salah satu faktor penunjang kesuksesan pergelaran, adalah daerah atau ruangan pergelaran yang tertata dengan baik.

Dalam sebuah pergelaran musik, terdapat beberapa ruang yang perlu perhatian dalam penataannya, menyerupai panggung, ruang untuk penonton, dan ruang pendukung.
Dalam menampilkan karya musik diperlukan rasa percaya diri yang tinggi. Kadang kala ada rasa gugup yang menyertai, namun dengan semangat dan iktikad diri maka pasti karya musik tersebut sanggup ditampilkan dengan baik.

Pergelaran atau pementasan karya musik di sekolah bertujuan untuk memperlihatkan kesempatan dan pengalaman untuk memperlihatkan keterampilan kalian dalam bermusik. Pergelaran sanggup bersifat apresiatif atau kompetitif.

Pergelaran sanggup bersifat apresiatif atau kompetitif, pergelaran yang bersifat apresiatif adalah pergelaran yang menampilkan beberapa peragaan musik. Pergelaran yang bersifat kompetitif adalah pergelaran yang bertujuan untuk mendapat penghargaan, contohnya perlombaan paduan bunyi antar kelas atau antar sekolah.

Dalam menyelenggarakan pergelaran musik, kalian sanggup membentuk kepanitiaan, struktur organisasi kepanitiaan terdiri atas prlindung, penasihat, ketua, wakil ketua, bendahara, wakil bendahara, sekertaris, wakil sekertaris, dan beberapa petugas. Petugas-petugas yang diperlukan antara lain petugas acara, petugas partitur, petugas perlengkapan, dan petugas dokumentasi.

 Dalam menampilkan karya musik diperlukan rasa percaya diri yang tinggi √ Pergelaran Karya Musik Nusantara

Berikut ini merupakan hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam menyelenggarakan sebuah pergelaran.

1. Mengumpulkan Hasil Karya
Pengumpulan hasil karya dilakukan oleh petugas acara. Semua bentuk, jenis, dan kreasi musik yang mendukung pergelaran musik perlu dikumpulkan dan di inventaris terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengelolaan, khususnya dalam menciptakan susunan program biar program yang digelar monoton dan menjemukan. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan, adalah menginventaris setiap jenis musik pada daftar program dan menciptakan susunan acara.

2. Mempersiapkan Kelengkapan Pergelaran
Mempersiapkan kelengkapan pergelaran dilakukan oleh petugas perlengkapan. Kesuksesan pergelaran didukung oleh pengelolaan, sistem kerja, dan perlengkapan penunjang lainnya, menyerupai tata suara, tata lampu, tata panggung, dan standar untuk partitur.

3. Penataan Ruang Pergelaran
Petugas perlengkapan dan dekorasi bertanggungjawab dalam penataan ruang pergelaran. Salah satu faktor penunjang kesuksesan pergelaran, adalah daerah atau ruangan pergelaran yang tertata dengan baik.

Dalam sebuah pergelaran musik, terdapat beberapa ruang yang perlu perhatian dalam penataannya, menyerupai panggung, ruang untuk penonton, dan ruang pendukung.
√ Merancang Dan Menciptakan Karya Seni Rupa Murni
Lihat Detail

√ Merancang Dan Menciptakan Karya Seni Rupa Murni

Salah satu karya seni rupa murni ialah gambar dan lukisan yang juga berbentuk dua dimensi. Pengertian menggambar dan melukis mempunyai perbedaan dalam hal pengertian, pengertian menggambar mengandung arti seniman dengan memakai alat dan materi tertentu untuk menciptakan tabrakan menirukan bentuk-bentuk yang dilihatnya ke atas bidang dua dimensi.

Sementara melukis berarti pengungkapan pikiran dan perasaan seniman ke atas bidang dua dimensi maupun tiga dimensi dengan memakai alat dan materi cat warna atau media lainnya yang dianggap sanggup mewakili idealisasi senimannya.

Jenis dan teknik menggambar dan melukis cukup banyak. Jenis dan teknik menggambar tersebut antara lain sketsa, prespektif dan proyeksi, menggambar alam benda, menggambar tumbuh-tumbuhan dan binatang, menggambar motif hias atau ornamen, menggambar manusia, menggambar suasana, dan menggambar ilustrasi.

Salah satu karya seni rupa murni ialah gambar dan lukisan yang juga berbentuk dua dimensi √ Merancang dan Membuat Karya Seni Rupa Murni

Menggambar Sketsa

Menggambar skema merupakan pecahan dasar dari menggambar, sedangkan menggambar merupakan acara dasar seni rupa, baik seni rupa dua dimensional maupun tiga dimensional.

Ada beberapa jenis skema kalau dikelompokkan sesuai dengan tujuannya yaitu skema sebagai catatan, skema sebagai studi bentuk, skema sebagai awal melukis, dan skema sebagai seni sketsa. Masing-masing jenis skema ini mempunyai karakternya masing-masing.

Perspektif dan Proyeksi

Berikut merupakan pengertian masing-masing dari gambar prespektif dan proyeksi.

1. Prespektif
Prespektif merupakan suatu cara dalam mentransformasikan wujud tiga dimensional ke atas permukaan bidang dua dimensional. Dalam transformasi berupa gambar itu terdapat delusi ruang tiga dimensional yang disebabkan lantaran penerapan teknik dan prinsip perspektif.

Gambar proyeksi sanggup dilihat dengan cara.

1. Perspektif mata burung : dilihat keseluruhan dari atas.
2. Perspektif mata normal : dilihat secara keseluruhan dengan batas mata normal.
3. Perspektif mata cacing : dilihat secara keseluruhan dari bawah.

Sedangkan kalau dilihat dari titik hilang yang dipakai gambar perspektif satu titik hilang, perspektif dua titik hilang, dan perspektif tiga titik hilang.

2. Proyeksi
 Menggambar proyeksi ialah kelanjutan dari menggambar perspetif. Jika menggambar perspektif memperlihatkan keterampilan wacana menggambar delusi tiga dimensional pada bidang datar, maka proyeksi memberi keterampilan untuk menggambar secara mendetail bagian-bagian sisi dari benda yang digambarkan.

Oleh alasannya itu keterampilan menggambar proyeksi ini sangat penting untuk dipelajari oleh teman-teman kalau ingin sanggup menciptakan suatu desain benda produk seni rupa dan seni kerajinan dengan baik. Prinsip dari proyeksi ini ialah melihat tiga sisi sebuah benda, yakni dari atas, samping dan dari depan.

Menggambarkan Alam Benda

Istilah dalam bahasa inggris untuk alam benda ialah still life. Kata ini mengandung makna wacana menggambar secara pribadi suatu benda membisu yang sengaja disusun untuk keperluan itu. Ada beberapa kemampuan yang harus dikuasai dalam menggambar alam benda yaitu.

1. Memilih dan menyusun benda yang akan digambar serta memilih sudut pandang yang baik.

2. Mentransformasikan bentuk tiga dimensi ke atas bidang dua dimensi dengan garis dan unsur lainnya.

3. Menjadikan delusi tiga dimensi terhadap benda yang digambar dengan menerapkan prinsip perspektif, memberi warna dan gelap terang.

4. Mentransformasikan abjad benda yang digambarkan contohnya abjad benda keras, lunak, liat, dan pejal.

Apabila keempat syarat minimal ini dikuasai, pasti menggambar alam benda sanggup berhasil.

Menggambar Tumbuh-tumbuhan dan Binatang

Dunia hewan dan tumbuhan sangat kaya dengan jenis rupa dan ini sangat menyenangkan untuk dipakai sebagai sumber gagasan dalam bidang seni rupa dan seni kerajinan.

Mulai mencar ilmu menggambar tumbuhan dan lebih baik kalau dilakukan melalui pengamtan pribadi terhadap objek. Hal ini sanggup memperlihatkan banyak perbendaharaan rupa yang berkhasiat dalam peningkatan dan pengembangan gagasan selanjutnya.

Menggambar tumbuhan dan hewan ada perbedaannya, contohnya tumbuhan yang membisu sanggup diamati secara tetap, sedangkan hewan tidak lantaran selalu bergerak.

Oleh alasannya itu, untuk menggambar hewan secara pribadi lebih memerlukan kecepatan dan ketajaman penglihatan dibanding menggambar tumbuhan.

Menggambar Motif Hias atau Ornamen

Gambar ornamen biasa pula disebut gambar hias. Disebut sebagai gambar hias lantaran gambar itu dibentuk sengaja untuk difungsikan sebagai hiasan pada suatu gambar atau rencana hiasan pada karya tiga dimensional, contohnya sebagai hiasan tepi, hiasan sudut baik karya dua maupun tiga dimensional.

Penerapan ornamen sanggup pada beberapa jenis benda produk seni rupa dan arsitektur, ornamen biasanya dipakai pada seni rupa pakai ibarat pada keramik, tekstil, dan ukir kayu.

Gambar ornamen biasanya merupakan suatu hasil dari penyederhanaan objek atau penggayaan/stilasi objek yang digambar. Objek yang dijadikan gambar hias sanggup dari seluruh benda yang ada dilingkungan kita ini, contohnya manusia, binatang, tumbuhan, batu, gunung dan sebagainya.

Menggambar Manusia

Menggambar insan memerlukan keterampilan dan ketekunan yang lebih dibandingkan objek lain. Hal ini disebabkan lantaran bentuk badan insan mempunyai anatomi badan dan plastisitas yang kompleks dan sekaligus indah.

Sementara itu, untuk sanggup menguasainya diperlukan pengetahuan wacana anatomi plastis badan manusia, yaitu wacana fenomena permukaan bentuk badan manusia.

Menggambar anatomi tidak harus selalu utuh seluruh tubuh, sanggup dilakukan dengan menggambar setiap pecahan tubuh, ibarat pecahan kepala dari segala arah, pecahan tangan dengan banyak sekali gerakan begitu pula pecahan kaki.

Nah itu lah pembahasan mengenai langkah permulaan untuk Merancang dan Membuat Karya Seni Rupa Murni, biar pembahasan ini bisa membantu dan menambah wawasan teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.
Salah satu karya seni rupa murni ialah gambar dan lukisan yang juga berbentuk dua dimensi. Pengertian menggambar dan melukis mempunyai perbedaan dalam hal pengertian, pengertian menggambar mengandung arti seniman dengan memakai alat dan materi tertentu untuk menciptakan tabrakan menirukan bentuk-bentuk yang dilihatnya ke atas bidang dua dimensi.

Sementara melukis berarti pengungkapan pikiran dan perasaan seniman ke atas bidang dua dimensi maupun tiga dimensi dengan memakai alat dan materi cat warna atau media lainnya yang dianggap sanggup mewakili idealisasi senimannya.

Jenis dan teknik menggambar dan melukis cukup banyak. Jenis dan teknik menggambar tersebut antara lain sketsa, prespektif dan proyeksi, menggambar alam benda, menggambar tumbuh-tumbuhan dan binatang, menggambar motif hias atau ornamen, menggambar manusia, menggambar suasana, dan menggambar ilustrasi.

Salah satu karya seni rupa murni ialah gambar dan lukisan yang juga berbentuk dua dimensi √ Merancang dan Membuat Karya Seni Rupa Murni

Menggambar Sketsa

Menggambar skema merupakan pecahan dasar dari menggambar, sedangkan menggambar merupakan acara dasar seni rupa, baik seni rupa dua dimensional maupun tiga dimensional.

Ada beberapa jenis skema kalau dikelompokkan sesuai dengan tujuannya yaitu skema sebagai catatan, skema sebagai studi bentuk, skema sebagai awal melukis, dan skema sebagai seni sketsa. Masing-masing jenis skema ini mempunyai karakternya masing-masing.

Perspektif dan Proyeksi

Berikut merupakan pengertian masing-masing dari gambar prespektif dan proyeksi.

1. Prespektif
Prespektif merupakan suatu cara dalam mentransformasikan wujud tiga dimensional ke atas permukaan bidang dua dimensional. Dalam transformasi berupa gambar itu terdapat delusi ruang tiga dimensional yang disebabkan lantaran penerapan teknik dan prinsip perspektif.

Gambar proyeksi sanggup dilihat dengan cara.

1. Perspektif mata burung : dilihat keseluruhan dari atas.
2. Perspektif mata normal : dilihat secara keseluruhan dengan batas mata normal.
3. Perspektif mata cacing : dilihat secara keseluruhan dari bawah.

Sedangkan kalau dilihat dari titik hilang yang dipakai gambar perspektif satu titik hilang, perspektif dua titik hilang, dan perspektif tiga titik hilang.

2. Proyeksi
 Menggambar proyeksi ialah kelanjutan dari menggambar perspetif. Jika menggambar perspektif memperlihatkan keterampilan wacana menggambar delusi tiga dimensional pada bidang datar, maka proyeksi memberi keterampilan untuk menggambar secara mendetail bagian-bagian sisi dari benda yang digambarkan.

Oleh alasannya itu keterampilan menggambar proyeksi ini sangat penting untuk dipelajari oleh teman-teman kalau ingin sanggup menciptakan suatu desain benda produk seni rupa dan seni kerajinan dengan baik. Prinsip dari proyeksi ini ialah melihat tiga sisi sebuah benda, yakni dari atas, samping dan dari depan.

Menggambarkan Alam Benda

Istilah dalam bahasa inggris untuk alam benda ialah still life. Kata ini mengandung makna wacana menggambar secara pribadi suatu benda membisu yang sengaja disusun untuk keperluan itu. Ada beberapa kemampuan yang harus dikuasai dalam menggambar alam benda yaitu.

1. Memilih dan menyusun benda yang akan digambar serta memilih sudut pandang yang baik.

2. Mentransformasikan bentuk tiga dimensi ke atas bidang dua dimensi dengan garis dan unsur lainnya.

3. Menjadikan delusi tiga dimensi terhadap benda yang digambar dengan menerapkan prinsip perspektif, memberi warna dan gelap terang.

4. Mentransformasikan abjad benda yang digambarkan contohnya abjad benda keras, lunak, liat, dan pejal.

Apabila keempat syarat minimal ini dikuasai, pasti menggambar alam benda sanggup berhasil.

Menggambar Tumbuh-tumbuhan dan Binatang

Dunia hewan dan tumbuhan sangat kaya dengan jenis rupa dan ini sangat menyenangkan untuk dipakai sebagai sumber gagasan dalam bidang seni rupa dan seni kerajinan.

Mulai mencar ilmu menggambar tumbuhan dan lebih baik kalau dilakukan melalui pengamtan pribadi terhadap objek. Hal ini sanggup memperlihatkan banyak perbendaharaan rupa yang berkhasiat dalam peningkatan dan pengembangan gagasan selanjutnya.

Menggambar tumbuhan dan hewan ada perbedaannya, contohnya tumbuhan yang membisu sanggup diamati secara tetap, sedangkan hewan tidak lantaran selalu bergerak.

Oleh alasannya itu, untuk menggambar hewan secara pribadi lebih memerlukan kecepatan dan ketajaman penglihatan dibanding menggambar tumbuhan.

Menggambar Motif Hias atau Ornamen

Gambar ornamen biasa pula disebut gambar hias. Disebut sebagai gambar hias lantaran gambar itu dibentuk sengaja untuk difungsikan sebagai hiasan pada suatu gambar atau rencana hiasan pada karya tiga dimensional, contohnya sebagai hiasan tepi, hiasan sudut baik karya dua maupun tiga dimensional.

Penerapan ornamen sanggup pada beberapa jenis benda produk seni rupa dan arsitektur, ornamen biasanya dipakai pada seni rupa pakai ibarat pada keramik, tekstil, dan ukir kayu.

Gambar ornamen biasanya merupakan suatu hasil dari penyederhanaan objek atau penggayaan/stilasi objek yang digambar. Objek yang dijadikan gambar hias sanggup dari seluruh benda yang ada dilingkungan kita ini, contohnya manusia, binatang, tumbuhan, batu, gunung dan sebagainya.

Menggambar Manusia

Menggambar insan memerlukan keterampilan dan ketekunan yang lebih dibandingkan objek lain. Hal ini disebabkan lantaran bentuk badan insan mempunyai anatomi badan dan plastisitas yang kompleks dan sekaligus indah.

Sementara itu, untuk sanggup menguasainya diperlukan pengetahuan wacana anatomi plastis badan manusia, yaitu wacana fenomena permukaan bentuk badan manusia.

Menggambar anatomi tidak harus selalu utuh seluruh tubuh, sanggup dilakukan dengan menggambar setiap pecahan tubuh, ibarat pecahan kepala dari segala arah, pecahan tangan dengan banyak sekali gerakan begitu pula pecahan kaki.

Nah itu lah pembahasan mengenai langkah permulaan untuk Merancang dan Membuat Karya Seni Rupa Murni, biar pembahasan ini bisa membantu dan menambah wawasan teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.
√ Teknik Dan Proses Pembuatan Batik
Lihat Detail

√ Teknik Dan Proses Pembuatan Batik

Seni rupa terapan di wilayah Nusantara tersebar dari Sabang hingga Merauke. Kali ini kita akan mencoba merancang dan menciptakan batik sebagai salah satu hasil karya seni rupa terapan. Seperti apa teknik dan proses membatik? Berikut ini ulasannya.

Seni rupa terapan di wilayah Nusantara tersebar dari Sabang hingga Merauke √ Teknik dan Proses Pembuatan Batik

Teknik Membatik

Batik merupakan salah satu dari bermacam-macam kebudayaan kerajinan bernilai seni tinggi di yang dimiliki bangsa Indonesia.

Seluruh dunia pun telah mengakui bahwa kebudayaan kerajinan batik merupakan kebudayaan orisinil milik bangsa Indonesia, hal ini dipertegas oleh UNESCO (lembaga di bawah PBB) dengan meresmikan Batik sebagai ikon budaya bangsa yang mempunyai keunikan serta simbol dan filosofi yang mendalam meliputi siklus kehidupan insan pada tanggal 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Sesuai dengan perkembangan zaman, ketika ini dikenal beberapa teknik membatik antara lain sebagai berikut.

1. Batik celup ikat, yakni pembuatan batik tanpa memakai malam sebagai materi penghalang. Akan tetapi memakai tali untuk menghalangi masuknya warna ke dalam serat kain. Membatik dengan proses ini disebut batik jumputan.

2. Batik tulis, yakni batik yang dibentuk dengan cara memperlihatkan malam dengan memakai canting pada motif yang telah digambar pada kain.

2. Batik cap, yakni batik yang dibentuk memakai alat cap (stempel yang umumnya terbuat dari tembaga) sebagai alat untuk menciptakan motif sehingga kain tidak perlu digambar terlebih dahulu.

3. Batik lukis, yakni batik yang dibentuk dengan cara melukis. Pada teknik ini seniman bebas memakai alat untuk mendapat efek-efek tertentu. Seniman batik lukis yang populer di Indonesia antara lain Amri Yahya.

4. Batik modern, yakni batik yang cara pembuatannya bebas, tidak terikat oleh hukum teknik yang ada. Hal tersebut termasuk pemilihan motif dan warna. Oleh alasannya yakni itu pada hasil jadinya tidak ada motif, bentuk komposisi, dan pewarnaan yang sama disetiap produknya.

5. Batik printing, yakni kain yang motifnya ibarat batik. Proses pembuatan batik ini tidak memakai teknik batik, tetapi dengan teknik sablon (screen printing). Jenis kain ini banyak digunakan untuk kain seragam sekolah.

Proses Pembuatan Batik

Batik dalam proses pembuatannya yakni dengan cara menambah lapisan malam dan lalu diproses dengan cara tertentu. Dalam pembuatannya secara umum dibagi menjadi dua tahap yakni.

Persiapan, yaitu aneka macam macam pekerjaan pada mori sehingga menjadi kain yang siap untuk dibentuk batik. Pekerjaan ini meliputi, nggirah (mencuci) atau Ngetel, Nganji (mengaji), Ngemplong (sterika, kalender).

Membuat batik, yaitu macam-macam pekerjaan dalam pembuatan batik yang bekerjsama dan pekerjaan ini meliputi 3 macam pekerjaan utama yaitu.

1. Pelekatan lilin batik pada kain untuk menciptakan motif batik yang dikehendaki. Pelekatan lilin batik ini ada beberapa cara yakni dengan canting tulis, canting cap atau dilukis dengan kuas atau jegul.

Fungsi dari lilin batik ini yakni untuk resisit (menolak) terhadap warna yang diberikan pada kain dalam tahap berikutnya. Lilin batik yakni adonan dari unsur-unsur lilin batik yang pada umumnya terdiri atas Gondorukem, Matakucing, Prafin atau Microwax, Lemak atau minyak dari tawon atau laceng.

2. Pewarnaan batik, sanggup dilakukan dengan cara dicelup, coletan/lukis (painting). Pewarna secara hirau taacuh (tanpa pemanas) dan zat warna yang digunakan tidak hilang warnanya ketika pekerjaan menghilangkan lilin atau tahan terhadap tutupan lilin.

3. menghilangkan lilin, proses menghilangkan lilin yang menempel pada permukaan kain. Menghilangkan lilin dilakukan pada tempat-tempat tertentu dengan cara ngerok (ngerik) atau "melorod"/ngebyok, mbabar yakni menghilangkan secara keseluruhan.

Nah itu lah pembahasan wacana Teknik dan Proses Pembuatan Batik, biar pembahasan ini sanggup menambah wawasan dan membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.
Seni rupa terapan di wilayah Nusantara tersebar dari Sabang hingga Merauke. Kali ini kita akan mencoba merancang dan menciptakan batik sebagai salah satu hasil karya seni rupa terapan. Seperti apa teknik dan proses membatik? Berikut ini ulasannya.

Seni rupa terapan di wilayah Nusantara tersebar dari Sabang hingga Merauke √ Teknik dan Proses Pembuatan Batik

Teknik Membatik

Batik merupakan salah satu dari bermacam-macam kebudayaan kerajinan bernilai seni tinggi di yang dimiliki bangsa Indonesia.

Seluruh dunia pun telah mengakui bahwa kebudayaan kerajinan batik merupakan kebudayaan orisinil milik bangsa Indonesia, hal ini dipertegas oleh UNESCO (lembaga di bawah PBB) dengan meresmikan Batik sebagai ikon budaya bangsa yang mempunyai keunikan serta simbol dan filosofi yang mendalam meliputi siklus kehidupan insan pada tanggal 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Sesuai dengan perkembangan zaman, ketika ini dikenal beberapa teknik membatik antara lain sebagai berikut.

1. Batik celup ikat, yakni pembuatan batik tanpa memakai malam sebagai materi penghalang. Akan tetapi memakai tali untuk menghalangi masuknya warna ke dalam serat kain. Membatik dengan proses ini disebut batik jumputan.

2. Batik tulis, yakni batik yang dibentuk dengan cara memperlihatkan malam dengan memakai canting pada motif yang telah digambar pada kain.

2. Batik cap, yakni batik yang dibentuk memakai alat cap (stempel yang umumnya terbuat dari tembaga) sebagai alat untuk menciptakan motif sehingga kain tidak perlu digambar terlebih dahulu.

3. Batik lukis, yakni batik yang dibentuk dengan cara melukis. Pada teknik ini seniman bebas memakai alat untuk mendapat efek-efek tertentu. Seniman batik lukis yang populer di Indonesia antara lain Amri Yahya.

4. Batik modern, yakni batik yang cara pembuatannya bebas, tidak terikat oleh hukum teknik yang ada. Hal tersebut termasuk pemilihan motif dan warna. Oleh alasannya yakni itu pada hasil jadinya tidak ada motif, bentuk komposisi, dan pewarnaan yang sama disetiap produknya.

5. Batik printing, yakni kain yang motifnya ibarat batik. Proses pembuatan batik ini tidak memakai teknik batik, tetapi dengan teknik sablon (screen printing). Jenis kain ini banyak digunakan untuk kain seragam sekolah.

Proses Pembuatan Batik

Batik dalam proses pembuatannya yakni dengan cara menambah lapisan malam dan lalu diproses dengan cara tertentu. Dalam pembuatannya secara umum dibagi menjadi dua tahap yakni.

Persiapan, yaitu aneka macam macam pekerjaan pada mori sehingga menjadi kain yang siap untuk dibentuk batik. Pekerjaan ini meliputi, nggirah (mencuci) atau Ngetel, Nganji (mengaji), Ngemplong (sterika, kalender).

Membuat batik, yaitu macam-macam pekerjaan dalam pembuatan batik yang bekerjsama dan pekerjaan ini meliputi 3 macam pekerjaan utama yaitu.

1. Pelekatan lilin batik pada kain untuk menciptakan motif batik yang dikehendaki. Pelekatan lilin batik ini ada beberapa cara yakni dengan canting tulis, canting cap atau dilukis dengan kuas atau jegul.

Fungsi dari lilin batik ini yakni untuk resisit (menolak) terhadap warna yang diberikan pada kain dalam tahap berikutnya. Lilin batik yakni adonan dari unsur-unsur lilin batik yang pada umumnya terdiri atas Gondorukem, Matakucing, Prafin atau Microwax, Lemak atau minyak dari tawon atau laceng.

2. Pewarnaan batik, sanggup dilakukan dengan cara dicelup, coletan/lukis (painting). Pewarna secara hirau taacuh (tanpa pemanas) dan zat warna yang digunakan tidak hilang warnanya ketika pekerjaan menghilangkan lilin atau tahan terhadap tutupan lilin.

3. menghilangkan lilin, proses menghilangkan lilin yang menempel pada permukaan kain. Menghilangkan lilin dilakukan pada tempat-tempat tertentu dengan cara ngerok (ngerik) atau "melorod"/ngebyok, mbabar yakni menghilangkan secara keseluruhan.

Nah itu lah pembahasan wacana Teknik dan Proses Pembuatan Batik, biar pembahasan ini sanggup menambah wawasan dan membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.
√ Nilai-Nilai Yang Terkandung Pada Karya Musik Nusantara
Lihat Detail

√ Nilai-Nilai Yang Terkandung Pada Karya Musik Nusantara

Musik Nusantara juga mengandung nilai-nilai tertentu yang sanggup kita ambil dari segi positifnya, diantaranya musik kotekan lesung, keroncong, dangdut, dan musik perjuangan. Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Musik Kotekan Lesung

nilai tertentu yang sanggup kita ambil dari segi positifnya √ Nilai-Nilai yang Terkandung pada Karya Musik Nusantara

Musik kotekan lesung merupakan bab dari musik tradisi daerah. Dengan demikian, musik kotekan lesung ini juga merupakan bab dari musik Nusantara. Musik ini merupakan musik yang bersifat ritmis.

Kata kotekan berasal dari suara yang ditimbulkan oleh pukulan antan dengan lesung (tempat menumbuk padi). Bunyi kotekan merupakan variasi ritme, yang biasanya berasal dari lagu-lagu yang mempunyai birama 4/4.

Keindahan musik ini terdapat pada variasi iramanya yang harmonis. Musik ini dimainkan dengan cara menumbukkan antan ke lesung secara bersahut-sahutan dan saling mengisi, sehingga terciptalah irama yang harmonis.

Musik kotekan lesung biasanya dimainkan oleh beberapa perempuan yang bangkit berhadap-hadapan mengelilingi lesung, jumlah pemain pada musik kotekan lesung terdiri atas lima sampai sepuluh orang.

Musik ini pada umumnya dimainkan pada ketika gerhana bulan, malam bulan purnama, sehabis panen, dan pada program hajatan. Pada zaman dahulu, masyarakat masih percaya pada hal-hal mistis.

Sebagai contoh, kejadian gerhana bulan dikaitkan dengan keberadaan raksasa yang konon memakan bulan tersebut. Oleh alasannya yaitu itu masyarakat memainkan kotekan lesung untuk mengusir raksasa tersebut.

Begitu pula sehabis panen. Masyarakat sangat percaya bahwa bumi mempunyai roh. Ketika hasil panen melimpah, mereka bersyukur kepada ibu pertiwi yang berkenan menunjukkan kemakmuran bagi masyarakat dengan cara memainkan kotekan lesung. Selain itu, permainan musik tradisional ini ternyata juga bisa mempererat kegotongroyongan para petani pada masa lalu.

Musik kotekan lesung tidak hanya berkaitan dengan dogma masyarakat terhadap hal-hal mistis. Musik ini juga berfungsi sebagai hiburan, contohnya pada malam bulan purnama dan pada ketika seorang warga mengadakan hajatan, menyerupai ijab kabul atau khitanan.

2. Keroncong

a. Asal Nama Keroncong

Menurut para jago musik, asal nama keroncong kurang begitu jelas. Ada pendapat yang menyampaikan bahwa nama keroncong berasal dari terjemahan suara alat musik yang berupa semacam gitar kecil dari Polinesia (ukulele) yang berdawai lima. Pada masa selanjutnya, alat musik ini sanggup dibentuk sendiri oleh orang-orang keturunan Portugis yang tinggal di wilayah Kampung Tugu.

Bunyi alat musik ukulele yang dimainkan secara arpeggio (dalam bahasa spanyol disebut rasquedo) akan menjadikan suara "crong, crong, crong", sehingga dari sana muncullah istilah keroncong.

b. Ciri Khas Musik Keroncong

Musik keroncong mempunyai kekhasan dibandingkan dengan jenis-jenis musik Nusantara lainnya. Ciri khas musik keroncong terdapat pada bentuk, ritme, alat musik yang digunakan, dan pembawaan vokal.

1. Bentuk

Musik Keroncong sudah mengalami banyak perkembangan. Perkembangan ini memunculkan beberapa bentuk musik keroncong, antara lain keroncong asli, langgam, stambul, dan lagu ekstra. Bentuk-bentuk musik keroncong tersebut mempunyai ciri masing-masing.

2. Ritme

Dalam musik keroncong alat-alat musik yang berperan sebagai pengiring dan pemegang ritmis yaitu ukulele, banyo, selo, dan bas.

3. Alat Musik

Pada umumnya terdapat tujuh macam alat musik yang dimainkan dalam sebuah permainan musik keroncong. Ketujuh alat musik tersebut, yaitu biola, flute, gitar, ukulele, banyo, selo, dan bas.

Alat-alat musik tersebut mempunyai peranan masing-masing, biola dan flute berperan sebagai pemegang melodi. Sementara itu, gitar, ukulele, banyo, selo, dan bas berperan sebagai alat musik pengiring.

Jika ketujuh macam alat musik tersebut dijumpai dalam sebuah permainan musik keroncong maka permainan musik keroncong tersebut sudah sanggup dikatakan lengkap.

4. Pembawaan Vokal

Dalam membawakan sebuah lagu keroncong, seorang penyanyi keroncong dituntut untuk sanggup dapat membawakan cengkok dan gregel. Cengkok yaitu segala bentuk nada hias yang mengisi, memperindah, dan menghidupkan kalimat lagu.

Jadi, cengkok sanggup pula dikatakan sebagai improvisasi dalam musik keroncong. Adapun gregel yaitu naga nada hias yang bergerak cepat.

Selain harus bisa memperindah lagu dengan cengkok dan gregel, seorang penyanyi musik keroncong juga harus bisa membawakan lagu dengan dinamik yang tepat.

3. Musik Dangdut

Pada zaman dahulu, lagu dangdut dianggap sebagai lagu rakyat jelata. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, lagu ini kini sudah sanggup diterima oleh masyarakat menengah ke atas. Dunia industri musik dangdut pun kini berkembang dengan pesat.

Hal ini dibuktikan dengan adanya kaset-kaset dan CD lagu dangdut yang cukup laku di pasaran. Bahkan beberapa stasiun televisi mengadakan pencarian bibit penyanyi dangdut yang berbakat dan berkualitas.

Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik gendang dan ketipung yang berbunyi "ndut". Selain itu, lagu dangdut mempunyai irama yang ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk menggerakkan badan.

Kalian tentu mengenal penyanyi dangdut senior Rhoma Irama. Beliau memakai musik dangdut untuk berdakwah. Ia dijuluki sebagai "Raja Dangdut".

4. Musik Perjuangan

Pada umumnya musik-musik usaha lahir pada masa penjajahan. Musik ini diciptakan dengan tujuan untuk mengobarkan semangat usaha melawan penjajah dan menanamkan rasa cinta tanah air.

Pada masa perjuangan, musik dianggap sebagai sarana yang efektif dalam memberikan pesan-pesan usaha alasannya yaitu sanggup menyentuh banyak sekali kalangan, mulai dari rakyat jelata sampai para pejabat tinggi negara.

Oleh alasannya yaitu semangat usaha dan cinta tanah air yang terkandung di dalamnya, musik-musik usaha kemudian dibakukan menjadi lagu-lagu wajib, yaitu lagu-lagu yang wajib dipelajari dan dihayati maksud serta tujuan yang terdapat di dalamnya.

Keindahan musik-musik usaha terletak pada iramanya yang penuh semangat (bergaya marcato) dan tidak jarang diakhiri dengan melodi final (ending) yang semmarak.

Dalam memainkan musik-musik usaha ketepatan dalam memainkan tempo harus diperhatikan. Musik dengan gaya marcato menyerupai musik usaha biasanya dimainkan dengan tempo cepat. Beberapa lagu usaha Indonesia antara lain Halo-Halo Bandung, Maju Tak Gentar, dan lain-lain.

Musik Nusantara juga mengandung nilai-nilai tertentu yang sanggup kita ambil dari segi positifnya, diantaranya musik kotekan lesung, keroncong, dangdut, dan musik perjuangan. Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Musik Kotekan Lesung

nilai tertentu yang sanggup kita ambil dari segi positifnya √ Nilai-Nilai yang Terkandung pada Karya Musik Nusantara

Musik kotekan lesung merupakan bab dari musik tradisi daerah. Dengan demikian, musik kotekan lesung ini juga merupakan bab dari musik Nusantara. Musik ini merupakan musik yang bersifat ritmis.

Kata kotekan berasal dari suara yang ditimbulkan oleh pukulan antan dengan lesung (tempat menumbuk padi). Bunyi kotekan merupakan variasi ritme, yang biasanya berasal dari lagu-lagu yang mempunyai birama 4/4.

Keindahan musik ini terdapat pada variasi iramanya yang harmonis. Musik ini dimainkan dengan cara menumbukkan antan ke lesung secara bersahut-sahutan dan saling mengisi, sehingga terciptalah irama yang harmonis.

Musik kotekan lesung biasanya dimainkan oleh beberapa perempuan yang bangkit berhadap-hadapan mengelilingi lesung, jumlah pemain pada musik kotekan lesung terdiri atas lima sampai sepuluh orang.

Musik ini pada umumnya dimainkan pada ketika gerhana bulan, malam bulan purnama, sehabis panen, dan pada program hajatan. Pada zaman dahulu, masyarakat masih percaya pada hal-hal mistis.

Sebagai contoh, kejadian gerhana bulan dikaitkan dengan keberadaan raksasa yang konon memakan bulan tersebut. Oleh alasannya yaitu itu masyarakat memainkan kotekan lesung untuk mengusir raksasa tersebut.

Begitu pula sehabis panen. Masyarakat sangat percaya bahwa bumi mempunyai roh. Ketika hasil panen melimpah, mereka bersyukur kepada ibu pertiwi yang berkenan menunjukkan kemakmuran bagi masyarakat dengan cara memainkan kotekan lesung. Selain itu, permainan musik tradisional ini ternyata juga bisa mempererat kegotongroyongan para petani pada masa lalu.

Musik kotekan lesung tidak hanya berkaitan dengan dogma masyarakat terhadap hal-hal mistis. Musik ini juga berfungsi sebagai hiburan, contohnya pada malam bulan purnama dan pada ketika seorang warga mengadakan hajatan, menyerupai ijab kabul atau khitanan.

2. Keroncong

a. Asal Nama Keroncong

Menurut para jago musik, asal nama keroncong kurang begitu jelas. Ada pendapat yang menyampaikan bahwa nama keroncong berasal dari terjemahan suara alat musik yang berupa semacam gitar kecil dari Polinesia (ukulele) yang berdawai lima. Pada masa selanjutnya, alat musik ini sanggup dibentuk sendiri oleh orang-orang keturunan Portugis yang tinggal di wilayah Kampung Tugu.

Bunyi alat musik ukulele yang dimainkan secara arpeggio (dalam bahasa spanyol disebut rasquedo) akan menjadikan suara "crong, crong, crong", sehingga dari sana muncullah istilah keroncong.

b. Ciri Khas Musik Keroncong

Musik keroncong mempunyai kekhasan dibandingkan dengan jenis-jenis musik Nusantara lainnya. Ciri khas musik keroncong terdapat pada bentuk, ritme, alat musik yang digunakan, dan pembawaan vokal.

1. Bentuk

Musik Keroncong sudah mengalami banyak perkembangan. Perkembangan ini memunculkan beberapa bentuk musik keroncong, antara lain keroncong asli, langgam, stambul, dan lagu ekstra. Bentuk-bentuk musik keroncong tersebut mempunyai ciri masing-masing.

2. Ritme

Dalam musik keroncong alat-alat musik yang berperan sebagai pengiring dan pemegang ritmis yaitu ukulele, banyo, selo, dan bas.

3. Alat Musik

Pada umumnya terdapat tujuh macam alat musik yang dimainkan dalam sebuah permainan musik keroncong. Ketujuh alat musik tersebut, yaitu biola, flute, gitar, ukulele, banyo, selo, dan bas.

Alat-alat musik tersebut mempunyai peranan masing-masing, biola dan flute berperan sebagai pemegang melodi. Sementara itu, gitar, ukulele, banyo, selo, dan bas berperan sebagai alat musik pengiring.

Jika ketujuh macam alat musik tersebut dijumpai dalam sebuah permainan musik keroncong maka permainan musik keroncong tersebut sudah sanggup dikatakan lengkap.

4. Pembawaan Vokal

Dalam membawakan sebuah lagu keroncong, seorang penyanyi keroncong dituntut untuk sanggup dapat membawakan cengkok dan gregel. Cengkok yaitu segala bentuk nada hias yang mengisi, memperindah, dan menghidupkan kalimat lagu.

Jadi, cengkok sanggup pula dikatakan sebagai improvisasi dalam musik keroncong. Adapun gregel yaitu naga nada hias yang bergerak cepat.

Selain harus bisa memperindah lagu dengan cengkok dan gregel, seorang penyanyi musik keroncong juga harus bisa membawakan lagu dengan dinamik yang tepat.

3. Musik Dangdut

Pada zaman dahulu, lagu dangdut dianggap sebagai lagu rakyat jelata. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, lagu ini kini sudah sanggup diterima oleh masyarakat menengah ke atas. Dunia industri musik dangdut pun kini berkembang dengan pesat.

Hal ini dibuktikan dengan adanya kaset-kaset dan CD lagu dangdut yang cukup laku di pasaran. Bahkan beberapa stasiun televisi mengadakan pencarian bibit penyanyi dangdut yang berbakat dan berkualitas.

Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik gendang dan ketipung yang berbunyi "ndut". Selain itu, lagu dangdut mempunyai irama yang ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk menggerakkan badan.

Kalian tentu mengenal penyanyi dangdut senior Rhoma Irama. Beliau memakai musik dangdut untuk berdakwah. Ia dijuluki sebagai "Raja Dangdut".

4. Musik Perjuangan

Pada umumnya musik-musik usaha lahir pada masa penjajahan. Musik ini diciptakan dengan tujuan untuk mengobarkan semangat usaha melawan penjajah dan menanamkan rasa cinta tanah air.

Pada masa perjuangan, musik dianggap sebagai sarana yang efektif dalam memberikan pesan-pesan usaha alasannya yaitu sanggup menyentuh banyak sekali kalangan, mulai dari rakyat jelata sampai para pejabat tinggi negara.

Oleh alasannya yaitu semangat usaha dan cinta tanah air yang terkandung di dalamnya, musik-musik usaha kemudian dibakukan menjadi lagu-lagu wajib, yaitu lagu-lagu yang wajib dipelajari dan dihayati maksud serta tujuan yang terdapat di dalamnya.

Keindahan musik-musik usaha terletak pada iramanya yang penuh semangat (bergaya marcato) dan tidak jarang diakhiri dengan melodi final (ending) yang semmarak.

Dalam memainkan musik-musik usaha ketepatan dalam memainkan tempo harus diperhatikan. Musik dengan gaya marcato menyerupai musik usaha biasanya dimainkan dengan tempo cepat. Beberapa lagu usaha Indonesia antara lain Halo-Halo Bandung, Maju Tak Gentar, dan lain-lain.

√ Langkah-Langkah Mengaransir Karya Musik Nusantara
Lihat Detail

√ Langkah-Langkah Mengaransir Karya Musik Nusantara

Dalam mengaransir musik atau lagu dibutuhkan kreativitas, kesabaran, juga ketelitian. Karena karya musik yang manis membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah.

Simak klarifikasi lebih lanjut mengenai aransemen musik berikut ini, biar kalian juga sanggup menciptakan karya aransemen sendiri.

Dalam mengaransir musik atau lagu dibutuhkan kreativitas √ Langkah-langkah Mengaransir Karya Musik Nusantara

Pengertian Aransemen

Mengaransir ialah mengubah lagu yang sudah ada menjadi musik gres berupa vokal maupun instrumental tanpa meninggalkan ciri khasnya.

Untuk sanggup mengaransemen lagu dibutuhkan proses yang panjang dan terus-menerus sebab aransemen yang baik ialah hasil dari sebuah perkembangan yang panjang bukan bersifat instan.

Dalam menciptakan aransemen mulailah dari tingkat yang sederhana, lalu meningkat ke hal yang sulit. Belum tentu aransemen yang sulit dan detail akan terdengar lebih indah. Aransemen yang baik ialah yang sesuai dengan impian arrangernya.

Langkah-langkah Mengaransir

Langkah-langkah yang sanggup dilakukan dalam menyusun sebuah aransemen musik ialah sebagai berikut.

1. Amati dan pelajarilah karya musik atau lagu yang akan dibentuk aransemen. Lagu tersebut harus dihafalkan dan berusaha ditangkap inti sari, nuansa, serta maknanya dengan cermat.

2. Pikirkanlah alat-alat musik apa saja yang sanggup digunakan untuk menumbuhkan suasana, imaji, serta nilai-nilai keindahan yang terkandung dalam karya lagu tersebut sehingga sanggup lebih indah.

3. Pelajarilah kemungkinan-kemungkinan pengembangan harmoni yang sanggup dicapai dengan memakai alat-alat musik yang dipilih. Perlu diingat bahwa setiap alat musik mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri yang merupakan karakteristik khasnya.

4. Dengan alat-alat musik yang dipilih, amati kembali lagu yang akan diaransir. Bagian mana dari lagu tersebut yang akan diberi aksen atau pementingan tertentu biar makna yang ingin disampaikan oleh penciptanya sanggup tercapai.

5. Pilihlah alat bantu yang akan dibentuk untuk menyusun aransemen tersebut. Maksudnya, apakah kita akan menciptakan aransemen musik tersebut secara manual dengan ditulis tangan di atas lembaran-lembaran kertas.

Bisa juga memakai medium lain menyerupai komputer yang telah dilengkapi software aplikasi penulisan musik menyerupai Encore, Musik Write Profesional, Sibelius, CakeWalk Musik Creator, Finale dan sebagainya, ataukah dengan menggunaka kegiatan musik yang terdapat pada keyboard yang sanggup mengeluarkan format MIDI.

6. Tahap pertama tulislah melodi lagu pokok yang akan kita buat aransemennya secara sedikit demi sedikit bait demi bait dengan mempertimbangkan ruang untuk penyusunan aransemen introduksi, interlude, serta coda lagu.

7. Mulailah menyusun aransemen dengan mencantumkan terlebih dahulu akor-akor pokok di atas teks lagu yang akan diransir. Percantuman akor pokok ini merupakan pemikiran dalam menyebarkan aransemen kalau bentuk aransemen mulai berkembang ke arah yang lebih rumit.

8. Masukkan aransemen untuk alat-alat musik bernada rendah yang sanggup memperlihatkan beat terhadap lagu. Misalnya dengan mencantumkan terlebih dahulu iringan bas atau iringan untuk piano. Setelah itu, berturut-turut sanggup dimasukkan instrumen-instrumen lain yang sudah ditetapkan.

9. Mainkanlah gubahan tersebut setiap menuntaskan sebuah kalimat musik untuk mengontrol apakah karya yang dibentuk telah sesuai dengan keinginan kita ataukah belum.

10. Jika telah selesai, cobalah mainkan secara keseluruhan hasil aransemen tersebut dengan lengkap. Jika kita memakai software aplikasi penulis musik, penyusunan aransemen ini akan menjadi lebih gampang dan kita sanggup mengontrol serpihan demi serpihan dari aransemen yang kita buat.

11. Jika kita menganggap karya tersebut lebih baik, cetaklah karya aransemen tersebut untuk diperbanyak dan dibagikan kepada anggota kelompok. 

12. Tahap selanjutnya, lakukanlah latihan-latihan secara sungguh-sungguh dan serius biar dicapai hasil yang maksimal.

Perlu dipahami bahwa memakai alat menyerupai komputer dalam menciptakan aransemen musik bukanlah hal yang terlarang. Produk teknologi ini diciptakan untuk semakin meringankan kiprah insan sehingga pekerjaan sanggup dikerjakan dengan efisien dan efektif.

Sudah barang tentu, untuk memakai komputer dalam penulisan aransemen musik tetap diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang berafiliasi dengan teknik penciptaan, ilmu harmoni, serta kemampuan yang berkaitan dengannya.
Dalam mengaransir musik atau lagu dibutuhkan kreativitas, kesabaran, juga ketelitian. Karena karya musik yang manis membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah.

Simak klarifikasi lebih lanjut mengenai aransemen musik berikut ini, biar kalian juga sanggup menciptakan karya aransemen sendiri.

Dalam mengaransir musik atau lagu dibutuhkan kreativitas √ Langkah-langkah Mengaransir Karya Musik Nusantara

Pengertian Aransemen

Mengaransir ialah mengubah lagu yang sudah ada menjadi musik gres berupa vokal maupun instrumental tanpa meninggalkan ciri khasnya.

Untuk sanggup mengaransemen lagu dibutuhkan proses yang panjang dan terus-menerus sebab aransemen yang baik ialah hasil dari sebuah perkembangan yang panjang bukan bersifat instan.

Dalam menciptakan aransemen mulailah dari tingkat yang sederhana, lalu meningkat ke hal yang sulit. Belum tentu aransemen yang sulit dan detail akan terdengar lebih indah. Aransemen yang baik ialah yang sesuai dengan impian arrangernya.

Langkah-langkah Mengaransir

Langkah-langkah yang sanggup dilakukan dalam menyusun sebuah aransemen musik ialah sebagai berikut.

1. Amati dan pelajarilah karya musik atau lagu yang akan dibentuk aransemen. Lagu tersebut harus dihafalkan dan berusaha ditangkap inti sari, nuansa, serta maknanya dengan cermat.

2. Pikirkanlah alat-alat musik apa saja yang sanggup digunakan untuk menumbuhkan suasana, imaji, serta nilai-nilai keindahan yang terkandung dalam karya lagu tersebut sehingga sanggup lebih indah.

3. Pelajarilah kemungkinan-kemungkinan pengembangan harmoni yang sanggup dicapai dengan memakai alat-alat musik yang dipilih. Perlu diingat bahwa setiap alat musik mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri yang merupakan karakteristik khasnya.

4. Dengan alat-alat musik yang dipilih, amati kembali lagu yang akan diaransir. Bagian mana dari lagu tersebut yang akan diberi aksen atau pementingan tertentu biar makna yang ingin disampaikan oleh penciptanya sanggup tercapai.

5. Pilihlah alat bantu yang akan dibentuk untuk menyusun aransemen tersebut. Maksudnya, apakah kita akan menciptakan aransemen musik tersebut secara manual dengan ditulis tangan di atas lembaran-lembaran kertas.

Bisa juga memakai medium lain menyerupai komputer yang telah dilengkapi software aplikasi penulisan musik menyerupai Encore, Musik Write Profesional, Sibelius, CakeWalk Musik Creator, Finale dan sebagainya, ataukah dengan menggunaka kegiatan musik yang terdapat pada keyboard yang sanggup mengeluarkan format MIDI.

6. Tahap pertama tulislah melodi lagu pokok yang akan kita buat aransemennya secara sedikit demi sedikit bait demi bait dengan mempertimbangkan ruang untuk penyusunan aransemen introduksi, interlude, serta coda lagu.

7. Mulailah menyusun aransemen dengan mencantumkan terlebih dahulu akor-akor pokok di atas teks lagu yang akan diransir. Percantuman akor pokok ini merupakan pemikiran dalam menyebarkan aransemen kalau bentuk aransemen mulai berkembang ke arah yang lebih rumit.

8. Masukkan aransemen untuk alat-alat musik bernada rendah yang sanggup memperlihatkan beat terhadap lagu. Misalnya dengan mencantumkan terlebih dahulu iringan bas atau iringan untuk piano. Setelah itu, berturut-turut sanggup dimasukkan instrumen-instrumen lain yang sudah ditetapkan.

9. Mainkanlah gubahan tersebut setiap menuntaskan sebuah kalimat musik untuk mengontrol apakah karya yang dibentuk telah sesuai dengan keinginan kita ataukah belum.

10. Jika telah selesai, cobalah mainkan secara keseluruhan hasil aransemen tersebut dengan lengkap. Jika kita memakai software aplikasi penulis musik, penyusunan aransemen ini akan menjadi lebih gampang dan kita sanggup mengontrol serpihan demi serpihan dari aransemen yang kita buat.

11. Jika kita menganggap karya tersebut lebih baik, cetaklah karya aransemen tersebut untuk diperbanyak dan dibagikan kepada anggota kelompok. 

12. Tahap selanjutnya, lakukanlah latihan-latihan secara sungguh-sungguh dan serius biar dicapai hasil yang maksimal.

Perlu dipahami bahwa memakai alat menyerupai komputer dalam menciptakan aransemen musik bukanlah hal yang terlarang. Produk teknologi ini diciptakan untuk semakin meringankan kiprah insan sehingga pekerjaan sanggup dikerjakan dengan efisien dan efektif.

Sudah barang tentu, untuk memakai komputer dalam penulisan aransemen musik tetap diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang berafiliasi dengan teknik penciptaan, ilmu harmoni, serta kemampuan yang berkaitan dengannya.
√ Identifikasi Karya Musik Nusantara Secara Lengkap
Lihat Detail

√ Identifikasi Karya Musik Nusantara Secara Lengkap

Musik Nusantara telah dikenal luas dari anak-anak, muda, hingga orang tua. Seiring dengan perkembangan zaman, musik Nusantara selalu mengalami perkembangan secara pesat dari waktu ke waktu.

Perkembangan musik nusantara juga terpengaruh dari percampuran budaya kawasan dan budaya absurd di Nusantara. Hal ini menjadikan musik Nusantara menjadi lebih kaya dan kreatif.

Musik Nusantara telah dikenal luas dari anak √ Identifikasi Karya Musik Nusantara Secara Lengkap

1. Makna Musik

Keanekaragaman budaya dan susila istiadat di Indonesia menjadikan musik Nusantara sangat beragam. Musik Nusantara merupakan musik yang berkembang di seluruh wilayah Nusantara yang mengatakan ciri-ciri keindonesiaan, baik dari segi bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara terdiri atas musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, dan musik perjuangan.

Berdasarkan sejarahnya, musik Nusantara berasal dari Melayu Polinesia. Setelah budaya Hindu masuk ke Indonesia pada periode ke-4, musik Nusantara juga terpengaruh oleh kebudayaan Hindu. Pada periode ke-16, musik Nusantara mulai mendapat imbas kebudayaan Islam.

Selanjutnya, pada simpulan periode ke-16, musik Nusantara mulai mendapat banyak imbas kebudayaan Barat.

Pada awalnya, musik Nusantara merupakan bab dari kegiatan ritual masyarakat. Setelah budaya Hindu-Budha masuk ke Indonesia, musik tidak hanya dipakai sebagai sarana kegiatan ritual, tetapi juga dipakai dalam banyak sekali kegiatan istana, misalnya, sebagai hiburan bagi tamu-tamu istana.

Salah satu musik istana yang berkembang yakni gamelan. Musik gamelan terdiri atas lima kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok gendang, dan kelompok pelengkap.

Musik Nusantara terus berkembang dengan masuknya imbas Islam di Indonesia. Hal ini ditandai dengan munculnya musik gambus dan rebana yang dibawa para pedagang Arab.

Pengaruh musik barat di Indonesia mulai tampak pada masa penjajahan atau masa kolonialisme.

Masuknya bangsa Barat membawa imbas besar terhadap perkembangan musik di Indonesia. Hal ini ditandai dengan berkembangnya alat musik Barat menyerupai biola, selo, gitar, flute, dan piano.

Selain itu, mereka juga membawa sistem solminasi yang kita kenal hingga ketika ini. Pengaruh musik Barat diawali pada lagu-lagu keroncong yang berkembang di lingkungan para budak Portugis. Selanjutnya, musik Barat membawa imbas besar terhadap perkembangan musik diatonis Indonesia.

Tahap selanjutnya ditandai dengan berkembangnya musik modern di Indonesia. Musik ini berkembang seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia. Musik modern yang berkembang di Indonesia, contohnya musik pop, jazz, blues, rock, dan R&B.

Selain musik Barat, masuk pula musik India yang banyak dibawa melalui film-film India. Masuknya musik India mengakibatkan terjadinya percampuran antara musik India dan musik Melayu, sehingga terciptalah musik dangdut.

2. Fungsi dan Peranan Musik Nusantara di Masyarakat

Musik merupakan bab yang tidak terpisahkan dari kebudayaan. Musik mempunyai imbas besar terhadap kehidupan, tingkah laku, dan acara manusia, baik secara individu maupun dalam kehidupan masyarakat.

Dengan kata lain, musik mempunyai fungsi dalam kehidupan manusia. Secara garis besar, fungsi musik yakni sebagai berikut.
  1. Musik sebagai kenikmatan estetis. Dalam pengertian ini, musik merupakan suatu yang sanggup dinikmati, baik oleh pencipta maupun penonton.
  2. Musik sebagai hiburan.
  3. Musik sebagai alat komunikasi bagi masyarakat. Ini berarti musik yang disajikan sanggup dimengerti oleh anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian, musik berfungsi menyerupai bahasa yang dikenal, dipahami, dan dipelajari dengan cara banyak melihat, mendengarkan, dan menganalisis karya musik tersebut.
  4. Musik sebagai simbolisasi, yaitu musik melambangkan suatu kejadian atau peristiwa.
  5. Musik sebagai pengiring tarian tradisi.
  6. Musik sebagai sarana untuk memperkuat norma-norma sosial.
  7. Musik sebagai imbas ritus keagamaan dan ikatan sosial.
  8. Musik sebagai kekayaan budaya bangsa.

3. Contoh Peranan Musik Nusantara

Seperti telah dijelaskan di atas, musik mempunyai peranan dalam kehidupan masyarakat. Salah satu pola peranan musik Nusantara dalam kehidupan masyarakat misalnya, peranan musik gonrang (gendang) bagi masyarakat Sumatra Utara. Musik gonrang merupakan musik dari kawasan Simalungun, Sumatra Utara. 

Musik ini mempunyai makna dan fungsi yang sangat mendalam bagi kehidupan masyarakat Simalungun, yaitu sebagai pengungkapan isi hati, saran hiburan, dan sarana komunikasi. Selain itu, musik gonrang juga berfungsi sebagai sarana kegiatan ritual masyarakat dan pengikat sosial.
Musik Nusantara telah dikenal luas dari anak-anak, muda, hingga orang tua. Seiring dengan perkembangan zaman, musik Nusantara selalu mengalami perkembangan secara pesat dari waktu ke waktu.

Perkembangan musik nusantara juga terpengaruh dari percampuran budaya kawasan dan budaya absurd di Nusantara. Hal ini menjadikan musik Nusantara menjadi lebih kaya dan kreatif.

Musik Nusantara telah dikenal luas dari anak √ Identifikasi Karya Musik Nusantara Secara Lengkap

1. Makna Musik

Keanekaragaman budaya dan susila istiadat di Indonesia menjadikan musik Nusantara sangat beragam. Musik Nusantara merupakan musik yang berkembang di seluruh wilayah Nusantara yang mengatakan ciri-ciri keindonesiaan, baik dari segi bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara terdiri atas musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, dan musik perjuangan.

Berdasarkan sejarahnya, musik Nusantara berasal dari Melayu Polinesia. Setelah budaya Hindu masuk ke Indonesia pada periode ke-4, musik Nusantara juga terpengaruh oleh kebudayaan Hindu. Pada periode ke-16, musik Nusantara mulai mendapat imbas kebudayaan Islam.

Selanjutnya, pada simpulan periode ke-16, musik Nusantara mulai mendapat banyak imbas kebudayaan Barat.

Pada awalnya, musik Nusantara merupakan bab dari kegiatan ritual masyarakat. Setelah budaya Hindu-Budha masuk ke Indonesia, musik tidak hanya dipakai sebagai sarana kegiatan ritual, tetapi juga dipakai dalam banyak sekali kegiatan istana, misalnya, sebagai hiburan bagi tamu-tamu istana.

Salah satu musik istana yang berkembang yakni gamelan. Musik gamelan terdiri atas lima kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok gendang, dan kelompok pelengkap.

Musik Nusantara terus berkembang dengan masuknya imbas Islam di Indonesia. Hal ini ditandai dengan munculnya musik gambus dan rebana yang dibawa para pedagang Arab.

Pengaruh musik barat di Indonesia mulai tampak pada masa penjajahan atau masa kolonialisme.

Masuknya bangsa Barat membawa imbas besar terhadap perkembangan musik di Indonesia. Hal ini ditandai dengan berkembangnya alat musik Barat menyerupai biola, selo, gitar, flute, dan piano.

Selain itu, mereka juga membawa sistem solminasi yang kita kenal hingga ketika ini. Pengaruh musik Barat diawali pada lagu-lagu keroncong yang berkembang di lingkungan para budak Portugis. Selanjutnya, musik Barat membawa imbas besar terhadap perkembangan musik diatonis Indonesia.

Tahap selanjutnya ditandai dengan berkembangnya musik modern di Indonesia. Musik ini berkembang seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia. Musik modern yang berkembang di Indonesia, contohnya musik pop, jazz, blues, rock, dan R&B.

Selain musik Barat, masuk pula musik India yang banyak dibawa melalui film-film India. Masuknya musik India mengakibatkan terjadinya percampuran antara musik India dan musik Melayu, sehingga terciptalah musik dangdut.

2. Fungsi dan Peranan Musik Nusantara di Masyarakat

Musik merupakan bab yang tidak terpisahkan dari kebudayaan. Musik mempunyai imbas besar terhadap kehidupan, tingkah laku, dan acara manusia, baik secara individu maupun dalam kehidupan masyarakat.

Dengan kata lain, musik mempunyai fungsi dalam kehidupan manusia. Secara garis besar, fungsi musik yakni sebagai berikut.
  1. Musik sebagai kenikmatan estetis. Dalam pengertian ini, musik merupakan suatu yang sanggup dinikmati, baik oleh pencipta maupun penonton.
  2. Musik sebagai hiburan.
  3. Musik sebagai alat komunikasi bagi masyarakat. Ini berarti musik yang disajikan sanggup dimengerti oleh anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian, musik berfungsi menyerupai bahasa yang dikenal, dipahami, dan dipelajari dengan cara banyak melihat, mendengarkan, dan menganalisis karya musik tersebut.
  4. Musik sebagai simbolisasi, yaitu musik melambangkan suatu kejadian atau peristiwa.
  5. Musik sebagai pengiring tarian tradisi.
  6. Musik sebagai sarana untuk memperkuat norma-norma sosial.
  7. Musik sebagai imbas ritus keagamaan dan ikatan sosial.
  8. Musik sebagai kekayaan budaya bangsa.

3. Contoh Peranan Musik Nusantara

Seperti telah dijelaskan di atas, musik mempunyai peranan dalam kehidupan masyarakat. Salah satu pola peranan musik Nusantara dalam kehidupan masyarakat misalnya, peranan musik gonrang (gendang) bagi masyarakat Sumatra Utara. Musik gonrang merupakan musik dari kawasan Simalungun, Sumatra Utara. 

Musik ini mempunyai makna dan fungsi yang sangat mendalam bagi kehidupan masyarakat Simalungun, yaitu sebagai pengungkapan isi hati, saran hiburan, dan sarana komunikasi. Selain itu, musik gonrang juga berfungsi sebagai sarana kegiatan ritual masyarakat dan pengikat sosial.